DetakPalembang.com PALEMBANG – Politik gagasan dan politik tanpa mahar menjadi platform Surya Paloh dalam memimpin Partai. Kedua kebijakan tersebut menjadi pilar dalam restorasi bangsa Indonesia menuju masa depan. Ini salah satu penilaian yang sampaikan Drs. Wijaya, M.Si, Ph.D, salah satu Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah.

Wijaya juga menyampaikan jika buku ‘Moralitas Republikan’ karya Willy Aditya merupakan Tafsir dari gagasan gagasan Surya Paloh dalam berpolitik. Bahwa berpolitik tidak semata mata merebut kekuasaan tetapi juga membangun mentalitas bangasa dengan restorasi.

“Bung Surya Paloh berbeda dengan yang lain Politik gagasan bagaiman padangan Surya Paloh tentang bangsa adalah original berangkat dari kondisi masyarakat. Bahwa negara ini merupakan keluarga besar adalah sama status sosial jauh dari primodial. Yang mempunyai value pertarungan ideologi cuma Partai yang didirikan Surya Paloh,” jelasnya.

Sementara itu Drs. Joko Siswanto, M.Si menanggap, bahawa ada dua hal yang harus dilihat dalam buku yang bertuliskan tentang tokoh.

“Sang penulis umumnya Mepunyaibrasa kagum fan mengagumi tokoh yang ditulis. Kekaguman bisa dari sisi intelektual, kepribadian, moralitas dan langkah langkah sang tokoh dalam menyelesaikan problema. Baik yang menyangkut dirinya, kelompok bermasyarakat atau problema bangsa dan negara,” jelasnya.

Banyak yang belum diketahui masyarakat tentang tokoh yang ditulis. Melalui sebuah buku yang dilandasi fakta (bukan hoax) dan ditulis melalui kaidah keilmuan penulis mencoba menyampaikan hal-hal yang belum terungkap dan perlu diketahui masyarakat.

“Berkat usaha penulis maka suatu persepsi, penilaian atau dugaan negatif terhadap tokoh bisa diliruskan,” jelasnya.

Sementara itu Willy Adtya sang pengarang buku Moralitas Republikan menyampaikan, jika buku ini dibuat untuk menyampaikan gagasan-gagasan dan ide-ide serta langka-langka Surya Paloh dalam berpolitik.

“Politik bukan semata perebutan kekuasaan, adu siasat atau tipu menipu, akan tetapi lebih dari itu. Politik adalah cara mendidik dam membetulkan moral bangsa ini. Pokitik harus melibatkan rakyat dalam kekuasaan,” ujarnya singkat.