ridaDetak-Palembang.com PALEMBANG – Sidang senat khusus terbuka dengan tajuk Peningkatan Kreativitas dan Inovasi Sumberdaya Manusia (SDM) Bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Sains (IPTEKS) terapan dalam menghadapi tantangan global, sidang tersebut merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-34 Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) yang di laksanakan di Graha Pendidikan Polsri. Kamis, (27/10).

Orasi ilmiah ini mengundang Dirjen Energi Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Ir. Rida Mulyana, M.sc yang diwakili oleh Ir. Hendra, dalam orasinya ia membahas tentang meningkatkan kreativitas SDM untuk menghasilkan energi terbarukan.

Menurutnya, ini adalah langkah nyata dalam mendukung kompetensi SDM dalam menghadapi tantangan menuju 23 persen bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di tahun 2025. Upaya ini jelas berkontribusi terhadap upaya mitigasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menghadapi dampak perubahan iklim yang ekstrim.

“Indonesia telah menetapkan target 23 persen energi primer EBT dalam bauran energi nasional sesuai Peraturan Pemerintah nomor 79 tahun 2014 mengenai kebijakan
Energi Nasional, energi terbarukan harus jadi arus utama yang dijalankan,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Direktur Polsri Ahmad Taqwa, pihaknya tengah disibukkan membimbing mahasiswa untuk terus melakukan eksperimen menggunakan sumberdaya terbarukan untuk menghasilkan EBT, bahkan, beberapa waktu lalu pihaknya menggelar seminar tahunan berskala Internasional,  untuk mengulas Jurnal penelitian terbaru mengenai energi terbarukan.

“Energi konvesional itu sudah sangat minim, maka dari itu melalui kegiatan ini bisa menjadi wadah dalam bertemu dan menyampaikan hasil penelitian mereka, Kami juga mengundang pihak Dirjen Kementerian ESDM agar bisa direkomendasikan dan dapat digunakan dalam perkembangan pembangkit tenaga energi terbarukan,” tambahnya.

Sementara itu, mengenai rencana Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang akan menggunakan kendaraan Bio Fuel pada saat penyelenggaraan Asian Games 2018 mendatang, pihaknya akan memberikan kontribusi.

“Kontribusi paling tidak dalam mensuplai konsep bio fuel itu sendiri, kalau nanti di jakabaring butuh hydrogen kita siapkan depo nya, untuk sementara penelitian mahasiswa baru konversi sederhana nanti kita tingkatkan ke yang lebih tinggi,”ujar orang nomor satu di Polsri ini.