Detak-Palembang.com PALEMBANG – Merujuk UU RI No.2 tahun 2002 tentang kepolisian negara Republik Indonesia, UU No.7 tahun 2017 tentang pemilu, dan Peraturan KPU No.5 tahun 2018 tentang tahapan program dan jadwal penyelenggaraan Pemilu 2019. Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar acara focus group discussion yang dikemas dalam kegiatan kegiatan Joint Analysis dengan tema “Sinergi kemitraan dalam pelaksanaan pemilu 2019 yang aman dan bermartabat”, Kamis (4/10) di hotel Grand Inna Daira Palembang.

Hadir dalam acara Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Pangdam II/Swj yang diwakili, Kajati Sumsel, mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Giri Ramadha, sejumlah anggota partai, calon anggota DPD RI, dan tokoh politik di Sumsel, serta nara sumber Drs Joko Siswanto dari Universitas Taman Siswa Palembang, Ketua KPU Sumsel, Aspahani, Bawaslu Sumsel Iin Irwanti, ST, MM.

Dalam sambutannya, Kapolda yang menjadi narasumber ingin memastikan bahwa para peserta pemilu tahun 2019 akan memberikan jaminan kepada mereka para peserta perseorangan atau partai politik, tidak ada yang diganggu dari kemungkinan terjadinya gangguan dan terror dari pihak manapun.

“Dalam tahapan pileg dan pilpres ini, kami mengantisipasi ujaran kebenciandan juga penyebaran informasi hoax, seperti isu-isu agama dan SARA. Dari itulah, kami mempersiapkan siber trop yang dikomunikasikan dengan mabes polri dalam melakukan pemantauan,” ujar Kapolda SumselIrjen Pol Zulkarnain Adinegara.

Polda Sumsel mengerahkan sedikitnya 7084 anggota polisi untuk mengamankan Pemilu 2019. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara. Koordinasi yang dilakukan ini, terkait pengamanan dan apa yang nantinya dibutuhkan pihak KPU.