Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil mengungkap penyelundupan solar ilegal di Palembang. Lima orang pekerja diamankan berikut kapal berisi 10 ton solar. 

Terungkapnya penyelundupan solar ilegal berawal dari adanya laporan BPH Migas, Sabtu (15/9). Dimana BPH Migas yang sedang patroli mencurigai adanya aktivitas bongkar muat BBM di dermaga tepi Sungai Musi, Palembang.

Tim BPH Migas mengecek isi gudang dermaga dan menemukan 4 tedmond berisi 8 ton solar. BPH Migas langsung melapor hasil temuannya ke Polda Sumsel.

“Dari laporan Komite BPH Migas ini kami temukan lagi ada BBM jenis solar diduga ilegal atau tak ada izin sebanyak 10 ton. Asal-usul solar ini darimana belum jelas,” terang Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain saat ditemui di lokasi Jalan Lettu Karim Kadir, Palembang, Minggu (16/9/2018).

Solar yang ditemukan berada di lambung kapal tanker Muchtar Forest 01 Samarinda. Sementara solar 8 ton di tedmond diketahui hilang saat penyidik Polda Sumsel tiba di lokasi Sabtu sore.

“Awal Komite BPH Migas datang itu ada 8 ton solar di tedmond, ditambah 10 ton di lambung kapal ini. Tapi saat sore hari kemarin penyidik tiba di lokasi, tedmond sudah hilang dan sekarang masih dalam proses pemeriksaan saksi,” ujarnya.

“Pemilik demaga dan gudang ini katanya bernama Jonathan King, nanti kami akan panggil dan periksa karena sejauh ini dia tidak bisa menujukkan surat izin. Bahkan ada alat bukti juga yang hilang,” imbuh Zulkarnain.

Selain lima pekerja yang telah diamankan, gudang dan satu unit kapal tanker berisi 10 ton solar dipasangi garis polisi. Diduga solar dibeli secara ilegal dan diperjual-belikan untuk perusahaan industri di wilayah Palembang.

“Dugaan kuat ke sana, solar dijual kepada perusahaan industri. Semua masih kami proses, jika terbukti pekerja dan pemilik nanti dikenakan Pasal 53 UU Nomor 21 tentang Migas dengan acaman penjara 3 tahun dan denda Rp 3 miliar,” tegasnya.

Salah seorang pekerja, Rudi Hermawan mengaku tak mengetahui ke mana solar akan dibawa. Sebagai pekerja dia hanya melakukan aktivitas bongkar muat saja.

“Saya nggak tahu Pak solar mau dibawa kemana, saya hanya jaga gudang ini aja. Pemiliknya saya juga nggak tahu karena jarang datang,” kata Rudi singkat saat ditanya wartawan.