Tambang illegal

Detak-Palembang.com – PALEMBANG, – Pj Bupati  Musi Banyuasin (Muba) Apriyadi bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Rachmad Wibowo membahas permasalahan pengeboran minyak secara Ilegal (illegal drilling) yang marak di Muba. Illegal Drilling menjadi beban tak berkesudahan bagi Pemkab Muba karena selain merusak lingkungan juga berpotensi memicu konflik antarwarga. 

Pj Bupati Musi Banyuasin Apriyadi mengatakan pengeboran minyak secara ilegal yang marak menjadi beban Pemkab Musi Banyuasin, karena satu sisi menyebabkan kerusakan lingkungan, dan berpotensi terjadinya konflik antarwarga terkait perebutan lokasi. 

Namun di sisi lain, kegiatan tersebut menunjang perekonomian masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin yang memberi penghidupan ribuan jiwa. “Untuk mengatasi permasalahan itu diharapkan dukungan dari Polda Sumsel dengan mempertimbangkan aspek hukum, sosial, dan ekonomi,” ujarnya, Selasa (22/11/2022).

Kapolda Sumsel Irjen Pol Rachmad Wibowo menjelaskan, ketika menjabat sebagai Kapolda Jambi, dia memiliki pengalaman yang sama seperti yang dirasakan Forkopimda Musi Banyuasin.

“Prinsipnya minyak yang berada di bumi Musi Banyuasin merupakan anugerah yang perlu dikelola dengan baik oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” katanya.

Upaya melegalkan penambangan/pengeboran minyak rakyat telah dirintis Irjen Pol Rachmad Wibowo ketika bertugas di Jambi, bahkan pernah disampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Jambi pada 7 April 2022. Kemudian juga telah ditindaklanjuti beberapa rapat koordinasi yang dipimpin langsung Menteri ESDM, Arifin Tasrif