Detak-Palembang.com PALEMBANG – Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel menangkap dua perakit senjata api rakitan (senpira). 

Keduanya adalah Zulkifli (44) warga Desa Seratus Lapan, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Sario (53) warga Desa Tarjah Indah V, Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin.

Dari tangan Zulkifli polisi mengamankan senpira laras panjang jenis senapan serbu AK 101, beserta 10 amunisi FN, sebutir peluru V2 dan dua butir jenis revolver. Sario ditemukan satu senpira jenis revolver.

Direskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Harison Hendra melalu Wadireskrimum AKB Azis Andriansyah mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari pihaknya menerima laporan warga terkait.

“Setelah kita selidiki ternyata benar, lalu kita lakukan penangkapan. Selain dua tersangka ini, selama operasi sapu jagat, kita amankan ribuan pucuk senjata dari warga,” ujarnya.

Atas perbuatannya itu, kedua tersangka akan dikenakan UU Darurat Tahun 1951 dengan ancaman kurungan diatas lima tahun. ” Pengakuan mereka baru beberapa kali merakit senpi itu. Namun akan kita kembangkan,” tuturnya.

Sementara itu, Zulkifli mengatakan ia belajar dari internet merakit senapan serbu AK 101. “Terinspirasi dari mainana anak, lalu belajar dari internet. Sekitar dua bual menyelesaikan senjata itu,” ujarnya.