Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Plt Sekda Prov Sumsel) membuka Sosialisasi Program Pengawasan Kearsipan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, di Graha Bina Praja, Selasa (22/02).

Sosialisasi menghadirkan Rudi Anton, Kepala Pusat Akreditasi Kearsipan Nasional Republik Indonesia, serta diikuti oleh Kepala Dinas Kearsipan kabuapten/kota se-Sumsel, mahasiswa kearsipan dari Universitas Terbuka, serta arsiparis Prov Sumsel.

Rudi Anton menyampaikan, pengawasan kalau dalam istilah keuangan adalah audit, kalau pengawasan kearsipan artinya adalah audit terhadap arsip, penataan arsip apakah sudah sesuai dengan peraturan.

“Itu adalah pengawasan internal, sementara pengawasan eksternal adalah audit arsip oleh kearsipan  kepada lebih dari 1000 instansi,” jelas Rudi Anton.

Dikatakan Rudi Anton, bekerja di arsip adalah membangun memori kepada orang lain menjadikan arsip merupakan hal yang penting.

Sementara itu Plt Sekda, Djoko Imam Sentosa saat pembukaan sosialisasi mengatakan, arsip sebagai upaya penataan adminstrasi yang strategis.

“Proses arsip harus disiapkan secara baik sehingga menimbulkan nilai yang strategis. Saya minta mantapkan, praktekkan sosialisasi ini, jangan sia siakan kesempatan ini, ini momen yang sangat baik untuk menata arsip,” pesannya.

Lanjutnya, saat ini banyak SKPD yang memandang sepele arsip, ia mengatakan keliru besar memandang sebelah mata kepada arsip, sudah sebelah mata sambil berkedip pula.

“Arsip SKPD merupakan bagian dari semua arsip menjadi tugas arsiparis untuk menghimpun arsip yang ada di SKPD dan badan. Saya minta buat Kepala Dinas Kearsipan untuk membuat  surat edaran dari Gubernur kepada kabupaten/kota agar ada penataan arsip. Saya minta dalam waktu setahun ini penataan arsip harus sudah terlaksana agar menjadi percontohan,” tutupnya.