Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Pemerintah telah melaksanakan Program Keluarga Harapan (PKH) yakni program pemberian bantuan sosial bersyarat krpada masyarakat yang telah ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program PKH sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di masyarakat yang sudah berjalan sejak tahun 2007 lalu.

PKH terbukti mengurangi kemiskinan dan menurunkan kesenjangan antara kelompok miskin. PKH juga mempunyai tujuan mensejahterakan KPM agar lebih mandiri.

“Sepanjang tahun 2017, ada 310 orang dari seluruh Indonesia yang merupakan KPM dari program PKH sudah sejahtera dan berani untuk tidak menerima lagi bantuan sosial ini serta memilih untuk mencari uang sendiri. Mereka memilih untuk tidak lagi menerima bantuan ini,” jelas Harry Hikmat, Ditjen Perlindungan Kementrian Sosial RI saat membuka Bimbingan Pemantapan SDM Pelaksana Program Keluarga Harapan tahun 2018 di Hotel Aston, Senin (28/05).

Lanjutnya, kemadirian adalah tujuan utama dari PKH. KPM dapat menggunakan dana bantuan untuk usaha tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari. Di tahun 2018 Kementerian Sosial menargetkan 8 persen KPM yang bisa sejahtera dan mandiri. Sementara itu, untuk penyaluran untuk tahun 2018 sudah masuk dalam penyaluran tahap ke dua di bulan Mei.

“Bantuan untuk KPM dalam program PKH terbagi dalam 4 tahap dalam setahun. Pemberian dana bantuan itu pada Bulan Februari, Mei, Agustus dan terakhir November. Kita sudah menyalurkan sebanyak 9,5 triliun, sementara untuk tahun 2019 sudah dianggarkan 32 triliun,” tutupnya.