Detak-Palembang.com PALEMBANG – Iring-iringan musik gambus marawis dan umbul-umbul berkibar pada acara kirab kubro yang dilakukan di Kampung Sei Bayas, pemakaman Al Habib pangeran Syarif Ali Bsa, Kawah Tungkurep, Kota Palembang, Minggu (6/5).

Ribuan masyarakat beriringan melakukan arakan sambil mengucap shalawat yang tidak henti dikumandangkan.

Sejak dari subuh, ulama, habib, dan kiai beserta masyarakat sudah mulai berkumpul di Masjid Darul Muttaqien Kuto Palembang.

Karena dari sinilah titik awal melakukan arak-arakan menuju pemakaman Al Habib.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan bertahun-tahun oleh salaf Baalawi menjelang masuknya bulan Ramadan.

Pjs Walikota Palembang Akhmad Najib menghadiri acara ziarah kubro tersebut.

Akhmad Najib mengapresiasi pelaksanaan ziarah kubro yang sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun menjelang bulan ramadhan.

“Ini salah satu kekayaan budaya di Palembang, kami mengapresiasi pelaksanaan ziarah kubro ini, selama ini ziarah kubro sudah menjadi kegiatan rutin yang sudah terkenal hingga mancanegara,” ungkap Akhmad Najib.

Akhmad Najib mengatakan, budaya ziarah kubro harus terus dilestarikan.

“Harus terus kita lestarikan, karena ini sudah menjadi semacam wisata religi setiap tahunnya, berbagai orang datang dari penjuru nusantara bahkan dari mancanegara,” kata Akhmad Najib.

Sementara itu, salah satu peserta ziarah kubro, Abi mengatakan kehadirannya sengaja untuk mendoakan para ulama yang sudah meninggal.

“Sebagai orang yang masih hidup di dunia, datang berkunjung dan mendoakan para alim ulama yang pernah berperan menyebarkan agama Islam di Kota Palembang,” ujar Abi.

Momen ziarah kubro menurutnya menjadi ajang silahturahmi kaum muslimin di Palembang dalam menyambut bulan suci Ramadan.

“Saya datang ke ziarah kubro dengan tujuan bersilaturahmi. Mungkin sudah lama tidak ketemu Habib, teman. Disini kita bisa saling memanfaatkan menjelang puasa,” ujarnya.