Detak-Palembang.com MUARADUA – Sebanyak puluhan orang tenaga harian lepas yaitu petugas kebersihan di bawah binaan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKU Selatan mendatangi kantor tersebut untuk mempertanyakan honor mereka, Rabu (08/11) siang.

Honor yang mereka pertanyakan adalah untuk bulan Oktober saja, mengingat kata mereka biasanya antara tanggal 28 – 5 setiap bulannya sudah dibayarkan.

Petugas kebersihan yang terdiri dari petugas sapu jalan, sopir dan kernet dump truk pengangkut sampah itu meminta kejelasaan akan honor mereka yang sudah melewati tanggal 5 belum dibayarkan.

Salah seorang petugas penyapu jalan yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa memang biasanya tanggal 5 sudah dibayarkan, karena tidak ada kejelasan, maka ia bersama rekan yang lain mendatangi kantor tersebut.

“Kami meminta kejelasan, karena dari honor itulah untuk kami makan dan minum” jelas perempuan paruh baya itu.

Ditanya apakah selama ini ada pemotongan honor, ia dengan tegas menyatakan tidak ada, hanya keterlambatan kali ini saja yang mereka sesalkan.

Mereka meminta gaji tersebut karena kebutuhan rumah tangga sudah menipis, dan kedatangannya pada hari itu untuk memperoleh kepastian akan hak mereka.

Khusus untuk sopir dan kerney dump truk, selain menanyakan honor, mereka juga mempertanyakan pencairan sisa kekurangan honor mereka yang selisih 100 ribu rupiah setiap bulan sampai bulan Oktober.

Tidak berselang lama setelah para petugas kebersihan tersebut berkumpul di depan kantor, secara responsif Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs. Linkulin langsung menemui mereka.

“Kita bukan menahan honor bapak ibu sekalian, uang memang belum kami ambil, dan saat ini bendahara sedang mengambil uang ke bank” terang Linkulin meyakinkan.

Lanjutnya, untuk pencairan memang memerlukan proses sesuai mekanisme yaitu melalui BPKAD terlebih dahulu baru kemudian mencairkannya di bank.

Mantan Kepala BP4K tersebut juga menjamin bahwa hari itu, honor semua petugas kebersihan tersebut akan dibayarkan setelah bendahara datang dari bank.

Selain itu juga, pihaknya mengakui bahwa memang untuk bulan ini mengalami keterlambatan, namun ia menambahkan bahwa keterlambatan ini masih di bawah tanggal 10.

“Kecuali kalau sudah lewat dari tanggal tersebut, maka patut di pertanyakan,” ujarnya kemudian.

Terkait rapel kekurangan honor senilai Rp 100.000/bulan bagi kernet dan sopir ia menyatakan, itu akan dibayarkan pada akhir bulan Desember bersamaan dengan honor mereka.

“Kekurangan bayar (sopir dan kernete -red), pada awal tahun teranggarkan 1,5 jt/bulan bagi sopir dan 1 jt/bln bagi kernet” terang Linkulin.

Namun pada waktu penganggaran APBD induk, dihitung 1,4jt dan 1 jt, jadi kekurangan bayar mereka akan dipenuhi melalui APBD Perubahan, makanya baru akan dibayarkan pada akhir tahun dengan cara dirapel.

Kadin KLH juga secara meyakinkan menyatakan, honor para petugas kebersihan tidak ada potongan sedikitpun.

“Bisa ditanyakan kepada mereka, apakah ada pemotongan atau tidak?” cetusnya.