Detak-Palembang.com JAKARTA – Kopi dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan ternyata telah mendapatkan perhatian dunia, hal ini terbukti saat Bupati OKU Selatan Popo Ali M.B Commerce dipercaya sebagai salah satu pembicara tingkat Nasional dalam acara Diskusi Panel Landscape Approach And Sustainable Coffee Development, Kamis (19/10) di Ruang Candi Prambanan, Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta Selatan.

Didepan peserta diskusi dan pembicara-pembicara lain seperti dr. Faida Bupati Jember, Mat Sakur Kepala Bappeda Bondowoso dan pembiacara asing, Bupati Popo Ali menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada lagi aksi perambahan hutan oleh masyarakat untuk dijadikan perkebunan, khususnya perkebunan kopi.

“Kebun-kebun kopi yang ada sudah mulai dikelola secara intensif, sehingga terjadi peningkatan produktivitas kopi,” jelas Popo lebih lanjut.

Peningkatan itu juga ditunjukkan oleh petani kopi dengan sudah mulai melakukan budidaya tanaman lain khususnya tanaman semusim (pangan) sebagai tanaman sela di areal perkebunan kopi, hal itu untuk menunjang peningkatan ekonomi keluarga.

Walaupun demikian ternyata tambah bupati yang menyampaikan pidatonya menggunakan bahasa Ingrris itu, ternyata masih ditemukan kendala-kendala di lapangan yang perlu menjadi pemikiran  bersama untuk mengatasinya.

“Yaitu perlunya regulasi akses permodalan, baik dari perbankan maupun lainnya bagi petani kopi kecil dalam mendukung usaha taninya,” cetusnya kemudian.

Ditambah juga, perlunya akses pasar yang harus diketahui celahnya oleh kelompok petani dalam memasarkan produknya.