sawit2

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Joko Supriyono, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Pusat melantik Hari Hartanto Sebagai Ketua serta Pengurus GAPKI Cabang Sumatera Selatan (Sumsel) di Hotel Arista, Kamis (08/12).

Bersamaan dengan pelantikan juga diadakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) GAPKI dengan Universitas Sriwijaya dan Corporate Sosial Responsibility Kesejahteraan Sosial (CSR Kesos) juga meeting GAPKI mengusung tema ‘Membangun Industri Kelapa Sawit yang Berkelanjutan Dalam Mensukseskan Asian Games 2018 di Palembang’.

Mewakili Gubernur Sumsel, Plt Sekretaris Daerah Joko Imam Santoso dalam sambutannya mengatakan, sejauh ini GAPKI sudah menunjukkan hubungan yang erat dengan pemerintah provinsi Sumsel.

“Kelapa sawit mempunyai nilai ekonomis, yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, meningkatkan devisa negara dan menyerap tenaga kerja,” katanya.

Namun, kata Joko Imam keberhasilan perkebunan di Sumsel dengan luasan lahan kelapa sawit yang menghasilkan hasil 2 juta ton lebih  minyak kelapa sawit. Indonesia sebagai penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia mendapat hambatan dengan tuduhan perusak lingkungan, pembunuhan hewan langka dan penghasil Karbon (CO2) sehingga Amerika, Eropa dan Australia  menghambat produk minyak kelapa sawit Indonesia.

“Untuk menangkal itu maka dibentuk aturan pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan melalui Peraturan Menteri pertanian,”ungkapnya.

Dikatakannya, tingginya penghasilan Crude Palm Oil (CPO) tidak diikuti peningkatan industri hilir kelapa sawit, oleh karena itu pemerintah provinsi Sumsel menyediakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api untuk industri hilir kelapa sawit.

“Sumatera mempunyai provinsi terbanyak di Indonesia dengan 10 provinsi, Pulau Jawa dengan 6 provinsi Pulau Kalimantan dengan 5 provinsi tetapi Sumsel merupakan provinsi pertumbuhan ekonominya tertinggi di Sumatera. Perkebunan kelapa sawit Sumsel mempunyai kontribusi dalam ekonomi dan menyerap tenaga kerja di Sumsel,” terangnya.

Pada kegiatan yang sama, Hari Hartanto GAPKI Sumsel mengatakan, kelapa sawit sudah lebih dari 100 tahun memberikan kontribusi bagi ekonomi Indonesia. Kelapa sawit Sumsel mempunyai luas 1,1 juta hektar, menjadikan komoditi kelapa sawit menjadi harapan petani di Indonesia

“Perkebunan kelapa sawit memberikan   kesejahteraan kepada petani maupun perusahaan dan karyawan perkebunan kelapa sawit,” ucapnya.

Lanjutnya, saat ini banyak serangan dan kapanye hitam kepada industri kelapa sawit seperti pembakaran hutan, perusak lingkungan dan penyebab efek rumah kaca. Walaupun semua itu tidak benar adanya, untuk menangkal itu kami melakukan pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

“Kami aktif membentuk desa peduli api, juga turut serta melakukan pemadaman pada saat kebakaran lahan,” katanya.