Detak-Palembang.com MUARADUA – Korupsi termasuk dalam sebuah kejahatan yang luar biasa, bahkan untuk mengingat akan bahaya korupsi, secara internasiona pada tanggal 9 Desember selalu diperingati sebagai Hari Anti Korupsi Internasional.

Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional, Kejaksaan Negeri Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menggelar upacara dan sosialisasi akan bahaya korupsi kepada masyarakat, Jum’at (08/11).

Sosialisasi yang dilaksanakan usai upacara itu, salah satunya dengan membagikan stiker bertema anti korupsi kepada para pengendara kendaraan roda 2 dan roda 4.

Pantauan dilapangan yaitu di Jalan Raya Ranau tepatnya di depan Terminal Muaradua, nampak Kepala Kejaksaan Negeri OKU Selatan Edi Irsan Kurniawan, SH, M.Hum didampingi Kasi Pidsus Meryon H, SH, MH, beberapa orang kasi dan segenap pegawai kejaksaan.

Sosialisasi tersebut juga melibatkan pemuda-pemudi dari Bujang Gadis OKU Selatan yang didampingi oleh staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten OKU Selatan.

Ratusan lembar stiker dibagikan dengan tempelkan pada mobil atau motor yang melintas, tentu setelah mendapatkan ijin dari pemiliknya.

Upacara dan sosialisasi dalam rangaka memperingati hari anti korupsi internasional ini digelar pada tanggal 8 Desember karena tanggal 9 adalah hari Sabtu dimana kantor kejari tutup.

Hal ini diungkapkan oleh Kajari OKU Selatan Edi Irsan Kurniawan kepada wartawan disela pembagian stiker.

“Dengan upacara kita berharap, internal kita (seluruh personil kejari) diingatkan untuk (selalu -red) disiplin dan memiliki integritas dalam melaksanakan pencegahan dan pemberantasan tndak pidana korupsi” terang kajari kemudian.

Tentunya sosialiasi dengan membagikan stiker ini lanjut Irsan, adalah sebagai bentuk aksi pencegahan dan menghimbau kepada masyarakat untuk dapat bersama-sama penegak hukum dalam mencegah dan menghindari kegiatan yang bersifat korup dan dapat menimbulkan kerugian  negara.

Dimana kgiatan sperti ini akan  dilaksanakan secara bekesinambungan.

Sesuai dengan amanat Wakil Jaksa Agung Reublik Indonesia yang dibacakan dalam upacara pagi tadi, mental , profesional dan integritas aparat penegak hukum adalah hal yang sangat penting.

“Peraturan perundang-undangan yang cukup baik tanpa didukung oleh aparat yang tidak memiliki integritas, maka tidak akan bermanfaat” terang Edi Irsan.

Akan tetapi meskipun parutarannya belum sempurna, apabila didukung oleh aparat penegak hukum yang memiliki integritas, maka pemberantasan tindak pidana korupsi akan bisa efektif.

Dalam rangka memberantas korupsi kejaksaan melakukan dua langkah, yang pertama adalah pencegahan, dilakukan oleh kejaksaan sebagai uapaya untuk menekan angka tindak pidana korupsi dan dilakukan secara  berkesinambunga melalui beberapa program.

Antara lain, Kejaksaan telah membentuk TP4D, melakukan sosialisasi melalui program jaksa masuk sekolah, jaksa masuk pesantren dan penerangan serta penyuluhan hukum, itu semua untuk mencegah tindak pidana korupsi.

Selain pencegahan, melalui seksi tindak pidana khusus, kejaksaan juga melakukan upaya-upaya penindakan apabila pencegahan tidak bisa lagi diterapkan.

Dan apabila telah terbukti terjadi tindakan merugikan negara, maka kejaksaan tidak segan untuk melakukan langkah penyelidikan, penyidikan dan penuntutan.

“Kejari OKU Selatan yang masih relativ muda dengan beberapa kasi yang juga baru, namun kami terus berkiprah untuk bagaimana (meningkatkan -red)  peran dan fungsi kejaksaan melalui pencegahan dan penindakan” ujarnya optimis.

Semua itu lanjut pria kelahiran Sumatera Utara itu, sebagai bentuk dukungan kepada pembangunan di Kabupaten OKU Selatan.