Detak-Palembang.com PALEMBANG – Rodiah (40), pedagang kopi di Pasar Induk Jakabaring diantarkan ketiga rekannya pulang ke rumahnya di Lorong Bidakari, Kelurahan I Ulu, Kecamatan SU I Palembang dalam keadaan meninggal dunia.

Diduga, kematian korban disebabkan oleh penganiayan. Lantaran, disekujur tubuhnya ditemukan seperti di bagian kening mengeluarkan darah dan lebam, tangan sebelah kiri memar, serta ada bekas luka cakar di bagian perutnya.

Anak pertama korban Dewi Herlina (21) mengatakan, kejadian yang menimpa ibu kandungnya berawal ketika Rodiah berpamitan untuk mengantarkan uang panjar ruko di Pasar Induk Jakabaring untuk berjualan kopi, Rabu (1/11) sekitar pukul 19.00.

“Kemudian, Kamis (2/11) sekitar pukul 03.00. Saya dikejutkan dengan suara orang mengetuk pintu, ternyata pas dibuka ternyata Mang Sudir (rekan korban), dia bilang minta dibantu mengangkat ibunya yang ada di dalam mobil dengan kondisi pingsan,” katanya.

Ia tak menyangka kondisi ibunya ketika itu sudah meninggal dunia. Melihat petanda-petanda tak wajar meninggalnya korban, dirinya bersama keluarga lainnya membawa Rodiah ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang guna dilakukan visum dan otopsi.

“Ibu saya pulang diantar tiga orang temannya, Mang Sudir, Tanter Erna dan satunya tidak kenal. Kami juga sudah membuat laporan ke pihak kepolisian, dan berharap segera menemukan penyebab meningalnya ibu saya,” ungkap mahasiswi Univeristas Sriwijaya ini.

Sementara itu, Kapolsek SU I Palembang Kompol Mayestika Hidayat membenarkan pihaknya sudah menerima laporan dari korban. “Memang benar, korban diantarkan tiga temannya tidak bernyawa. Saat ini kita sedang lakukan pendalaman,” pungkasnya.