Detak-Palembang.com PALEMBANG – Guna meningkatkan kualitas pertandingan, pada perhelatan Asian Games 2018 cabang olahraga Sepak Takraw, akan memperkenalkan sistem baru bahkan yang pertama dipertandingan se-Asia yakni sistem challenge.

Presiden Asian Sepak Takraw Federation (ASTAF) Dato Abdul Kadir bin Kader mengatakan, melalui sistem baru ini pihaknya berupaya memberikan terobosan baru dalam perkembangan olahraga Sepak Takraw.

“Ini merupakan sejarah baru dalam sejarah Sepak Takraw, selama 50 tahun terakhir ini. Semua ini tidak terlepas dari dukungan INASGOC, yang memberikan kesempatan kepada kita, untuk merealisasikan penggunaan sistem baru pada Asian Games kali ini,” katanya, saat dibincangi disela-sela persiapan venue di Gedung Olahraga (GOR) Ranau, Komplek Jakabaring Sport City (JSC), Jumat (17/8).

Ia menjelaskan, untuk mensosialisasikan penggunaan sistem challenge tersebut, pihaknya juga akan menyiarkan secara langsung pertandingan di Asian Games ke berbagai penjuru dunia.

“Melalui sistem ini, kita bisa mengetahui apakah bola itu masuk atau tidak. Kemudian apakah bola itu ada di base line bagian depan atau belakang,” ujarnya.

Selain itu lanjut dia, penggunaan sistem ini memberikan kesempatan kepada pelatih dan manajer, untuk melakukan protes apabila ada hal-hal yang dianggap merugikan saat pertandingan, dengan melakukan panggilan challenge.

“Jadi ini sangat luar biasa sekali, karena sistem ini menjadi terobosan baru di cabor Sepak Takraw. Guna mendukung sistem ini, kita akan menggunakan 24 kamera yang tersebar di setiap sudut venue. Dengan speed 100 frame, untuk melihat bola itu masuk atau keluar,” bebernya.

Ia menambahkan, dapam sistem challenge ini setiap lapangan, itu akan memakai delapan kamera sebagai pengawas pertandingan. Dengan beberapa kamera lainnya dalam posisi stand by. Pihaknya juga menggunakan juri ahli yang netral, untuk memberi tahu apakah bola itu masuk atau keluar.

“Jadi bukan wasit yang membuat keputusan. Contohnya saya mengatakan challenge, lalu juri tersebut akan memperlihatkan rekaman dan memutuskan apakah bola itu masuk atau tidak. Penggunaan sistem challenge ini juga, akan kita sampaikan pada pertemuan tim manajer dan technical delegate Sabtu (18/8) nanti,” pungkasnya.