Detak-Palembang.com JAKARTA – Berinvestasi di pasar modal saat ini sudah menjadi pilihan utama. Masyarakat sudah mulai mengerti dan sadar, pasar modal memiliki potensi untuk memberi untung maksimal. 

Namun untuk menjadi investor pasar modal, setiap transaksi harus melalui pialang atau broker atau perusahaan sekuritas. Ada ratusan perusahaan sekuritas yang beroperasi di Indonesia.

PT Reliance Sekuritas Indonesia (RELI) merupakan salah satu broker yang memiliki rekam jejak baik untuk urusan broker saham.

Anita, Direktur Utama PT Reliance Sekuritas Indonesia (RELI), mengemukakan, sebelum menentukan perusahaan sekuritas yang akan dipilih perlu meneliti beberapa hal yang berkaitan dengan profil perusahaan sekuritas.

“Pilih perusahaan sekuritas atau broker, dengan rekam jejak yang baik serta memiliki pengalaman dan jaringan luas di berbagai daerah. RELI memiliki jangkauan kantor cabang yang tersebar di daerah, dengan beragam produk sesuai kebutuhan nasabah atau investor,” ujar Anita, dalam siaran pers, Rabu (11/4).

RELI sendiri merupakan full service broker, selain bertindak sebagai perantara jual beli efek, juga memberikan jasa nasihat investasi yang tentu saja membantu investor dalam mengambil keputusan.

“RELI memiliki tim riset dan analis juga memantau situasi pasar sekaligus memberi saran arah investasi bagi para investor,” ucap Anita.

Ia menambahkan, pada dasarnya perusahaan broker atau sekuritas, seperti bank, memiliki basis bisnis yang sama yakni menjaga kepercayaan. Dalam hal ini kepercayaan dari nasabah bahwa dana dan saham mereka ditempatkan secara aman dan terpisah dari rekening Perusahaan.

Makanya, karena berbasis kepercayaan, perusahaan sekuritas atau broker yang dipilih juga harus memiliki ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menjadi Anggota Bursa atau terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Para karyawan yang melayani nasabah wajib memiliki ijin sebagai wakil perantara pedagang efek (WPPE) yang dikeluarkan oleh otoritas terkait.

Selain itu, perusahaan sekuritas wajib mengirimkam konfirmasi transaksi kepada nasabah paling lambat 24 jam setelah transaksi dan juga mengirimkan laporan dana dan portfolio bulanan kepada nasabah. Nasabah dianjurkan agar selalu melakukan pengecekan atas laporan-laporan tersebut.

Anita menegaskan, di tengah situasi dan perkembangan ekonomi dan investasi yang dinamis, ia optimis kinerja perusahaan ke depan akan semakin membaik. Apalagi saat ini tengah dilakukan konsolidasi dan penataan untuk memperbaiki sistem demi pelayanan lebih maksimal kepada para investor.

“Kami akan terus meningkatkan perbaikan kualitas dan layanan terutama di bisnis utama yakni broker,” tegasnya.

Reliance Sekuritas Indonesia juga segera meluncurkan aplikasi mobile trading perdagangan saham berbasis android dan IOS.

Aplikasi tersebut untuk menjawab kebutuhan investor yang menginginkan kemudahan, juga sejalan dengan visi Reliance yang mengedepankan kemudahan dan keamanan dalam hal transaksi saham.

Saat ini kata Anita aplikasi mobile trading untuk Android dan iPhone tengah dikembangkan oleh tim Teknologi Informasi (TI) Reliance. Adapun fitur-fitur yang dihadirkan, menurut Anita, saat ini tengah dipersiapkan oleh tim IT.

Namun pastinya, fitur tersebut sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.Misalnya jual beli saham, pengecekan saldo dana dan efek, dapat dilakukan langsung di aplikasi tersebut.