Detak-Palembang.com PALEMBANG – Media Online, sesungguhnya memiliki peran yang sangat strategis dalam menyukseskan pesta demokrasi di SUMSEL, yakni pemilihan kepala daerah Kabupatan kota dan Pilgub Sumsel yang dilaksanakan secara serentak juni 2018.

Media yang disebut sebagai pilar keempat kekuasaan (fourth state) ini dalam berbagai platform, baik cetak. elektronik, maupun online, memiliki fungsi menyampaikan inforrnasi dan kontrol sosial, memiliki tanggung jawab dalam mengawal pilkada serentak ini. Demikian disampaikan Firdaus Hasbula salah satu tim pemenangan Ishak-Yudha saat diskusi peran media online di pilkada Sumsel di Dipo Cafe Jalan Diponegoro,  Rabu malam (07/01).

“Ada kebutuhan dan hak-hak publik untuk mengetahui informasi terkait pilkada, bahkan tahapan pilkada yang harus dipenuhi oleh media massa,” terang Firdaus Hasbullah

Dilanjutkan Firdaus,  media massa merupakan perpanjangan tangan hak-hak sipil atau hak publik. Publik memiliki hak untuk mengetahui informasi, termasuk mengontrol dan mengawasi pemerintahan untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan kekuasaan yg dilakukan Oleh ASN.

Karena itu lanjutnya, semua hal terkait kepentingan masyarakat banyak harus dapat diketahui atau diinformasikan secara terbuka kpd publik, salah satunya melalui media.’

“Kami berharap, media online mampu menjaga netralitasnya dalam konteks pilkada. Ikut serta dalam pengawasan penyelenggaraan pilkada. Selain itu, media harus juga memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. harus bisa memastikan masyarakat menggunakan hak pilih dan memilih berdasarkan infomasi yang benar serta memastikan masyarakat teriibat aktif dalam pengawasan penyelenggaraan pilkada,”ujarnya dalam diskusi yang diprakarsai oleh IWO ini.

Media menurut Firdaus media online turut andil menentukan wama perpolitikan di sumsel, karena media mampu menggiring opini dan memberikan warna dalam proses demokrasi di Sumsel.

Dalam diskusi ini hadir keempat Tim Media dari pasangan Bakal Calon Gubernur Sumsel hadir diantaranya tim media Aswari-Irwansyah Oleh Rasyid Irfandi “Pedoo”, lalu Dodi-Giri, Oleh Mulyono, Dan Tim media Ishak-Yudha, oleh Firdaus Hasbullah serta HD MY, oleh Alfrenzi Panggarbesi.

Praktisi jurnalis,  Imron Supriyadi hadir juga untuk mengimbangi diskusi santai, dipandu secara lugas oleh Presenter Trijaya FM Faturahman, hanya saja sangat di sayangi ketidakhadiran dari penyelenggaraan Pemilu yaitu dari  Bawaslu Sumsel  dan  KPU Sumsel

“Alhamdullilah diskusi berjalan sukses, walaupun banyak audiens menyayangkan ketidakhadiran KPU dan Bawaslu, jadi diskusinya agak kurang berimbang, namun secara umum diskusi berjalan hangat dengan saling memberikan masukan untuk membuka peran media Online,” Ungkap Koordinator acara Firwanto M Isa didampingo patner Ardhy Fitriansyaj selaku Bendahara IWO Sumsel usai Kegiatan

Dikatakan Firwanto, tujuan diskusi ini agar para stake holder yang mempunyai kepentingan pada pilkada menghitung juga peran media online, karena tidak bisa dipungkiri media online mampu mengangkat isu dengan jangkauan luas

“Kita inginkan bahwa tim sukses melirik bahwa sekarang media online mampu membuat sebuah isu menjadi diperbincangkan dan ini harus dilihat oelh setiap kandidat,” Tambahnya

Sementara itu, Ketua IWO Sumsel, Sonny Kushadian mengatakan diskusi ini adalah langkah awal bagi media online untuk menjadi barometer bagi para calon Gubernur san wakil gubernur Sumsel untuk mensosialisasikan visi dan misi

“Kita berharap cagub dan cawagub sumsel melihat potensi media online yang sejak dua tahun terakhir semakin berkembang, karena media online pada masa akan datang mengalami peningkatan,” katanya saat di dampingi Sekretaria Umum IWO Sumsel, Heru Nasri

Sonny Juga mengatakan terima kasih atas dukungan dan support sukses diskusi santai ini “Tanpa support semua rasanya kegiatan ini tidak akan sukses, terutama Panitia, Pembicara, para pimred dari media online dan tokoh-tokoh sumsel, sekali lagi kami ucapkan terima kasih,” tutupnya.