Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru (HD) memenuhi janji kampanyenya untuk melarang Angkutan Batubara melalui jalan umum dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 74 tahun 2018 yang mencabut Pergub 23 tahun 2012 tentang tata cara pengangkutan batubara melalui jalan umum.

Kepala Dinas Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mineral prov Sumsel, Robert Heri mengatakan dengan dicabutnya Pergub 23 tahun 2012 maka pengaturan angkutan batubara kembali kepada Perda nomor 5 tahun 2011. Berdasarkan Pergub nomor 74 tahun 2018 maka angkutan batubara, terhitung sejak tanggal 8 November 2018 tidak boleh melalui jalan umum.  

Dalam Perda tersebut dikatakan bahwa semua angkutan batubara dilakukan oleh dua angkutan khusus. Dua angkutan khusus ini yakni melalui dua jalan, pertama melalui jalan khusus angkutan batubara, kedua jalan khusus melalui kereta api.

Untuk angkutan kereta api ada tiga tempat untuk loading batubara. Tiga tempat itu adalah Tanjung Enim menuju Muara Enim lanjut ke Pelabuhan, kedua di Sukacinta Lahat selanjutnya dibawa ke Pelabuhan, ketiga di Banjarsari Lahat lalu dibawa  ke Pelabuhan. Untuk jalan khusus batubara mulai dari Tanjung Jambu, Lahat menuju ke Pelabuhan.

Terhitung tanggal 8 November 2018 mulai dari Muara Enim sampai ke Palembang bebas dari angkutan batubara. Selanjutnya semua batubara hasil tambang dari Lahat dan Muara Enim diangkat menuju titik-titik tadi.

Batubara yang diangkut menggunakan kereta melalui Muara Enim, Sukacinta, Banjarsari menuju Stasiun Simpang atau Kertapati selanjutnya menggunakan kapal. Angkutan batubara jalan khusus (Jalan servo) melalui Tanjung Jambu secara tidak terputus menuju pelabuhannya Muara Lematang selanjutnya menggunakan kapal.