Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja Herison melakukan sosialisasi tentang Pembinaan terhadap Panti Pijat Urut Modern/ Tradisional (PPUT) dan Salon Kecantikan tahun 2019 kepada pengusaha PPUT dan Salon Kecantikan di The Zuri Hotel  Palembang, Rabu (13/03).

Ia menegaskan bahwa jam operasional PPUT sesuai aturan adalah dari pukul 9.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Selain itu PPUT dan Salon Kecantikan dilarang menjadi tempat pelacuran karena ada anggapan dari masyarakat PPUT dan Salon Kecantikan menjadi tempat pelacuran terselubung

“Kami akan tindak tegas bagi yang melanggar. Pemerintah Kota sudah memberitahu melalui buku Perda yang telah kami bagikan,” tegasnya.

Ia melanjutkan, pihaknya bersama Dinas Sosial akan terus melakukan pengawasan. Bagi yang melanggar akan dapat teguran tertulis, jika tidak diindahkan maka Walikota akan mencabut izin dan tempat usahanya akan disegel.

Sementara pada kesempatan yang sama Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemkot Palembang, Sulaiman Amin menyampaikan bahwa sosialisasi untuk menyampaikan Perda Nomor 29 tahun 2011.

“Masih banyak pengusaha yang belum tahu Perda ini dan juga tidak mengetahui hak dan kewajiban mereka. Dari pertemuan ini juga, ada masukan – masukan sehingga apabila ada hal – hal yang tidak terakomodir di perda 29 tahun 2011 itu, akan dilakukan revisi oleh Dinas Sosial,” katanya.

Ia mencontohkan, seperti dahulu, Perda hanya mengatur tentang PPUT dan Salon, namun dalam perkembangannya ada SPA, ada Salon khusus wanita, Salon Bayi dan sebagainya, ini semua harus dimasukkan ke dalam Perda,

“Begitu sudah masuk di Perda ada dasar hukumnya, mereka akan kita minta bentuk paguyuban yang tujuannya untuk memfasilitasi antara kepentingan pengusaha dan pemerintah, supaya bisa jadi satu. Apabila sudah satu, baru akan kita bahas kontribusi mereka untuk PAD kota Palembang,” urainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Palembang Heri Aprian menuturkan, Dinsos dalam pekerjaan nya memang mengurusi hal – hal yang berhubungan dengan sosial di masyarakat.

“Sosialisasi ini bertujuan agar peserta mengetahui Perda Nomor 29 tahun 2011. Jumlah yang ikut sosialisasi ini 100 orang dari pelaku usaha PPUT, PPUM,  Salon Kecantikan, dan Pemangkas Rambut,” ucapnya singkat.