Detak-Palembang.com PALEMBANG – Jalan cor beton yang dibangun pemerintah kota di berbagai sudut pinggiran kota Palembang di tahun 2018 ini sudah mencapai progres 90 persen, dan tinggal 10 persen perbaikan dan pembangunan pengembangan yang direncanakan sejak tahun 2017 lalu.

Setelah pembangunan dan pemeliharaan proyek-proyek tersebut, Pemerintah Kota Palembang akan melakukan evaluasi status ruas jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah pemkot Palembang dalam mengupayakan dan mengoptimalkan perbaikan dan pemeliharaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Ahmad Bastari, mengatakan, Pemkot Palembang akan melakukan evaluasi dengan melibatkan konsultan sebagai pihak ketiga.

“Kami melakukan evaluasi terhadap SK Wali Kota terkait jalan milik Kota Palembang. Sehingga pada 2019 kita bisa memaksimalkan pembangunan jalan yang menjadi tanggung jawab Pemkot Palembang,” katanya, Jumat (12/10).

Bastari mengungkapkan, di dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota yang tercatat, ada sekitar 1.200 ruas jalan yang menjadi tanggung jawab Pemkot Palembang. Setelah tiga tahun SK jalan tersebut dapat direvisi, untuk selanjutnya diserahkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, seperti jalan Karim Kadir di Kecamatan Gandus yang sempat menjadi persoalan saat pelaksanaan perbaikan.

“Untuk jalan Karim Kadir itu sudah jalan Provinsi, karena di SK Wali Kota, itu harus diserahkan ke mereka. Hanya saja, karena kondisi jalannya cukup rusak parah, mereka tidak mau menerima, untuk itu kami perbaiki dulu setelahnya baru diserahkan,” katanya.

Sesuai perintah Wali Kota, pada 2019 mendatang, Kota Palembang secara bertahap mulai melaksanakan program zero hole atau tanpa lubang untuk seluruh jalan di Kota Palembang.

“Secara bertahap, kami mulai melakukan perbaikan dan peningkatan pada jalan Kota. Seperti yang akan kami lakukan pada jalan-jalan yang memiliki kerusakan parah, contohnya kerusakan di wilayah Sako,” katanya.

Sejauh ini, sambung Bastari, untuk perbaikan jalan yang masuk dalam perencanaan 2017, sudah mencapai 90%. Artinya, perbaikan yang dilakukan anggaran 2018, tinggal 10% lagi.

Dia mengemukakan progress proyek perbaikan maupun pengembangan jalan di tahun ini sudah 90%.

Untuk perbaikan pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Perubahan, difokuskan pada perbaikan jalan di Gandus, terutama akses jalan menuju destinasi wisata religi Al-Quran Al Akbar.

Bastari menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pemetaan untuk meningkatkan akses jalan dalam Kota, yang menjadi tanggung jawab Pemkot Palembang. Peningkatan jalan diikuti dengan kemampuan jalan dalam menahan beban melebihi perencanaan awal.

“Pertumbuhan suatu wilayah di dalam kota saat ini, mengharuskan untuk dilakukan peningkatan. Karena jalan dalam kota itu perencanaan awal hanya mampu menahan beban 6 mst (satuan beban berat yang diizinkan). Tapi kondisi yang lewat sekarang lebih dari itu sampai 12 mst,” ujarnya.