Detak-Palembang.com MUARADUA – Pemerintah Kabupaten OKU Selatan melalui Badan Perencaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda ) Litbang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD TA 2018), Kamis (30/03) di aula Pemkab.

Kepala Bappeda Litbang Romzi dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan musrenbang ini adalah lanjutan daripada musrenbang tingkat desa atau kelurahan dan musrenbang tingkat kecamatan yang telah dilaksanakan pada tanggal 6-21 Februari 2017 silam di 19 kecamatan di Kabupaten OKU Selatan.

“Dari Musrenbang Kecamatan tersebut diperoleh usulan kegiatan sebanyak 1.742 kegiatan yang tersebar di beberapa SKPD” ungkap Romzie.

Dan dari jumlah itu lanjut Romzie, kebanyakan adalah kegiatan dalam bidang infrastruktur.

“Setelah dilakukan verifikasi terhadap usulan kegiatan di kecamatan, akhirnya yang masuk dalam RKPD 2018 sebanyak 869 kegiatan dengan pertimbangan skala prioritas” jelas dia.

Dan adapun tujuan daripada musrenbang ini adalah salah satunya untuk menyelaraskan rencana prioritas dan sasaran pembangunan daerah Kabupaten OKU Selatan.

Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan Eko Wati dalam sambutannya mengatakan bahwa musrenbang ini akan menentukan kemana arah pembangunan OKU Selatan 2018 mendatang.

Selain itu juga kata Eko, akan juga dapat menentukan arah kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Pada 2018 mendatang pemprov sudah menetapkan 10 prioritas daerah yang berdasarkan dari hasil evaluasi.

Antara lain meliputi bidang olah raga, pembangunan lingkungan berbasis lanscape, investasi usaha dan pariwisata, insfrastruktur, pendidikan, keseharan, stabilitas keamanan dan program prioritas lainnya.

Khusus untuk pendidikan ungkap Eko , OKU Selatan masih berada pada urutan 15 dari 17 kabupaten/kota di Sumsel dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Artinya dibutuhka kerja keras semua fihak untuk memperbaikinya, salah satunya dengan menyelenggarakan kejar paket B dan C untuk meningkatkan indeksnya.

“Kami siap duduk bersama untuk mebedah bagaimana cara meningkatkan IPM di OKU Selatan,” ujarnya berkomitmen..

Disini ada 6 orang anggota DPRD Sumsel, ia meminta pemkab memanfaatkannya dalam memberikan masukan kepada mereka agar dapat membantu untuk bujeting dan legislasi di tingkat provinsi.

“Termasuk dalam pembangunan pariwisata dan infrastruktur jalan provinsi yang ada di OKU Selatan,” terang dia.

Sementara itu dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wabup Solehien Abuasir, Bupati OKU Selatan Popo Ali mengatakan, rencana pembangunan tahun 2018 merupakan tahapan tahun ke tiga untuk mencapai visi dan misi RPJMD tahun 2016-2021.

Dan tema pembangunan tahun 2018 adalah “Peningkatan dan Pemerataan Pembangunan dengan Penguatan Insfratsruktur Ekonomi Kerakyatan dan Pelayanan Dasar”.

Untuk implementasinya ada dalam beberapa prioritas pembangunan antara lain, pembangunan infrastruktur perhubungan, peningkatan insfrastruktur pendukung pengembangan pertanian,  penataan pengembangan wilayah berawawasan lingkungan dan lain-lain.

Selanjutnya dalam medorong pertumbuhan ekonomi Pemkab OKU Selatan akan meberikan fasilitasi kebijakan dengan 2 langkah.

Pertama peningkatan investasi dengan memebrikan kemudahan investasi pada pihak swasta termasuk lembaga perbankan dan membentuk BUMD baru.

Dan yang kedua adalah menjaga daya beli masyarakat dengan menyusun kebijakan perlindungan sumber daya lokal dalam proyek fisik Pemkab OKU Selatan.

Selanjutnya Wabup Sholehien menambahkan bahwa pemda mengharapkan bantuan anggota DPRD Sumsel dari Dapil 5 untuk turut mengawal program-program yang diajukan ke provinsi.

“Saya berharap kepada anggota DPRD Provinsi Sumsel yang hadir disini untuk memperhatikan jalan provinsi yang sudah rusak” pinta Sholehien..

Kalau jalan itu bagus lanjut Solehien, maka masyarakat akan merasa nyaman dalam berjalan.

Selain masalah jalan, Pemkab OKU Selatan berharap bantuan anggota legislatif itu untuk mengawal proses aktivasi  Lapangan Terbang Banding Agung sehingga dapat segera beroperasi.

Dengan bagusnya akses jalan serta lapangan terbang yang sudah beroperasi kembali, maka diharapkan hal itu akan dapat mengoptimalkan sumber pendapatan asli daerah.

Hadir dalam acara musrenbang tersebut para FKPD, Anggota DPRD Provinsi Sumesl, Anggota DPRD Kabputane OKU Selatan, para asisten, Kepala SKPD, para camat, para kades dan undangan lainnya termasuk tokoh masyarakat.