Detak-Palembang.com MUARADUA – Pemerintah Pusat telah menyalurkan bantuan dana Program Keluarga Harapan (PKH) melalui Bank BRI untuk tahap tiga dan empat tahun 2017 dan tahap pertama tahun 2018 secara bersamaan atau rapel, Kamis (22/02) kemarin di kantor BRI Muaradua.

Saat dikonfirmasi mengenai keterlambatan pembayaran untuk tahap tiga dan empat periode tahun 2017, Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU Selatan Endar Suhairi menjelaskan bahwa keterlambatan itu dikarenakan ada perpindahan bank yang diberi kuasa untuk mencairkan dana PKH.

Dari Bank Mandiri ke Bank BRI, untuk tahap satu dan dua periode 2017 pencairannya melalui Bank Mandiri, namun lanjut Endar, pada pencairan tahap tiga dan empat, di Bank Mandiri sudah tidak ada, di BRI belum masuk.

Baru setelah koordinasi dengan pemerintah pusat, pencairan tahap 3 dan 4 periode 2017 sudah melalui BRI, jadi pencairannya dibarengkan dengan pembayaran tahap pertama tahun 2018 ini.

Mengenai nilai bantuan kata dia masih sama dengan tahun sebelumnya, yaitu Rp. 1.890.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) per tahun yang dibayarkan dengan skema bertahap hingga 4 kali.

Dimana setiap tahapnya dicairkan senilai Rp. 500.000 per KPM selama tiga tahap, dan tahap terakhir atau ke empat adalah sejumlah 390 ribu rupiah.

Akan tetapi KPM yang memiliki anggota keluarga lanjut usia (lansia) atau disabilitas akan menerima bantuan 500 ribu pada setiap tahapnya atau sejumlah 2 juta untuk setahun.

Mantan Camat Buay Pemaca itu juga menyodorkan data, dimana pada 2017 silam KPM yang ada di Kabupaten OKU Selatan sejumlah 7559 KK, namun pada tahun 2018 ini mengalami peningkatan menjadi 7870 KK.