Detak-Palembang.com OKU SELATAN – Pembayaran ganti rugi untuk tahap II atu tahp akhir pembebasan lahan bendungan Tigadihaji segera akan dituntaskan, hal itu diungkapkan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten OKU Selatan Muhammad Zamili dalam sambutannya saat digelar musyawarah menentukan  pembayaran ganti rugi tersebut, Rabu (21/02) siang di aula Kantor Kecamatan Tigadihaji.

Dimana pada musyawarah tersebut para pemilik lahan akan menerima amplop berisi nilai ganti rugi, apabila sudah sepakat maka mereka harus menyerahkan dokumen asli kepada panitia, dan proses pencairan dana akan dikirim ke rekening masing-masing oleh lembaga independen yaitu Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dalam waktu dekat setelah diverifikasi lagi oleh BPKP.

Zamili berharap agar dalam musyawarah tersebut dimanfaatkan oleh para pemilik lahan dengan sebaik-baiknya.

Bagi masyarakat yang merasa belum puas  dengan ganti rugi tersebut, agar dapat bermusyawarah lagi dengan sesama penerima ganti rugi dan perangkat desa hingga camat.

Senada dengan Zamili, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera  VIII Suparji, S.ST, MT juga menyampaikan permintaan maafnya atas keterlambatan pembayaran ganti rugi tersebut.

“Karena bendungan Tigadihaji ini bendungan yang sangat besar, perlu kehati-hatian baik itu desain maupun dari segi anggaran” jelas Suparji.

Apalagi lanjutnya, bendungan ini  merupakan salah satu proyek strategis nasional yang nantinya bisa menjadi kebanggan masyarakat Sumatera Selatan.

Dimana bendungan itu nantinya akan dapat dimanfaatkan untuk irigasi, pembangkit listrik dan pariwisata demi kemajuan daerah tersebut.

Sementara itu Bupati OKU Selatan Popo Ali Martopo berharap agar masyarakat penerima ganti rugi nantinya bisa dengan bijak dalam memanfaatkan uangnya.

Jangan sampai dana itu digunakan untuk berfoya-foya, karena dulunya tanah itu tempat usaha, maka Popo mengarapkan dana itu dapat diputarkan agar bisa produktif.

Karena ini proyek nasional dan tidak mungkin merugikan masyarakat, masih menurut dia rasanya tidak ada lagi masalah lagi, oleh karena itu dibutuhkan keikhlasan semua pihak.

Agar pembangunannya lekas dilaksanakan, demi masa depan terutama kemajuan Kecamatan Tigadihaji dan Kabupaten OKU Selatan.