Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila F. Moeloek mengatakan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sumatera Selatan (RSUD Prov Sumsel) merupakan mimpi yang terwujud.

“Pembangunan RSUD prov Sumsel merupakan mimpi dari Gubernur Alex Noerdin yang terwujud. Gubernur menginginkan masyarakat tidak lagi berobat keluar negeri, karena kita sudah mempunyai rumah sakit yang lebih baik dari yang berada diluar,” kata Nila F. Moeloek kepada Jurnalis usai peresmian RSUD Prov Sumsel, Sabtu (23/06).

Lanjutnya, Pemerintah provinsi membuat rumah sakit provinsi yang komprehensif yang tentunya bisa membantu masyarakat.  Pelayanan kesehatan RSUD Prov Sumsel dilakukan secara berjenjang.

“Pelayanan RS ini secara berjenjang, ada 300 puskesmas yang kemudian dirujuk ke pratama tipe B dan tipe A, Sumsel mempunyai 5 rumah sakit pratama. Untuk bantuan kepada RSUD Sumsel akan kita lihat apakah akan dapat menyelesaikan permasalahan di wilayah barat. Kalau dapat menyelesaikan akan kita memberikan perhatian karena kami juga memikirkan seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sumsel,Lesty Nurainy menjelaskan, RSUD Prov Sumsel dipersiapkan menjadi area medical city dibangun di areal seluas 14 hektar. 8,3 hektar diperuntukkan RSUD Sumsel, RS Mata dan RS Gigi dan Mulut.

“1,7 hektar dihibahkan kepada Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, serta 4 hektar rencananya untuk melengkapi fasilitas publik dalam area medical city,” papar Lesty.

Ia juga menyampaikan misi RSUD Prov Sumsel untuk menjadi RS rujukan dan RS Pendidikan yang mampu mewujudkan pelayanan bermutu, Profesional, Efisien dengan standar pelayanan kelas dunia.

“Bangunan RSUD Prov Sumsel memiliki luas 41.600 m2 dengan luas lantai 52.956,11m2  terdiri dari 10 lantai. Lantai 1 sampai lantai 3 sebagai pelayanan IGD, Rawat Jalan, Radiologi, Laboratorium, Cathlab, CVCU, ICU, NICU, PICU, MCU, Kamar Bersalin, Kamar Operasi,” urainya.

Ditambahkannya, Lantai 4 sampai 9 untuk Rawat Inap dan lantai 10 untuk Manajemen.

RSUD Prov Sumsel mempunyai layanan  unggulan yakni penyakit Jantung, Orthopedi, Medical Check Up. Untuk mendukung layanan unggulan itu pihaknya sudah mempersiapkan teknologi canggih dan modern dsari Jerman dan Belanda serta beberapa negara, contoh alat cathlab merupakan alat terbaik di Indonesia.

“Pembangunan RSUD Prov Sumsel menelan biaya sebesar 589 m. Untuk dana alat kesehatan (alkes) berasal dari dana APBD tahun anggaran 2017 sebesar Rp70 miliar dan untuk tahun 2018 dianggarkan sebesar 85 miliar  serta didukung dana DAK Yandas APBN,” tutupnya.