Detak-Palembang.com – Berbicara Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pasti tak lepas dari wisatanya yaitu danau Teluk Gelam, Bukit Batu, Danau Teloko, rumah seratus tiang, apalagi danau Teluk Gelam yang pernah menggema senusantara lantaran dijadikan tempat jambore nasional.

Kabupaten OKI sudah memasuki umur ke 73 tahun artinya termasuk kabupaten tertua di wilayah Sumatera Selatan, kabupaten yang memiliki wilayah luas 19.023,47 Km² dan berpenduduk sekitar 787.513 jiwa serta memiliki 18 kecamatan, yang terdiri atas 314 desa beserta 13 kelurahan. Dan tak bisa dibayangkan daerah sangat luas itu dengan 314 desa yang harus dimerdekaan baik SDM infrastruktur, ekonomi dll, kalau tanpa pemimpin yang kredibel tak mungkin akan menjadi daerah maju.

Maka dari itu saya teringat dengan slogan Bupati Iskandar, SE membangun oki dari desa, tanpa didesa kota tak bisa berbuat apa-apa, kenapa seperti itu? Karena baik penghasilan padi, karet, palawija dan lain-lain kesemunya bersumber dari desa. Sedangkan desa tak bisa berbuat apa-apa jika Infrastruktur tidak tidak layak dipakai serta akan menghambat laju perekonomian.

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) saat ini sedang genjarnya mengejar ketertinggalan dalam pembangunan. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut melalui pemkab merancang program membangun OKI dari desa.

Selama tiga tahun sejak tahun 2014 hingga tahun 2016 H di bidang Infrastruktur pedesaan bupati OKI, Iskandar, SE telah membangun jalan poros desa sepanjang 363.340 km, pembangunan dan peningkatan jalan kabupaten sepanjang 1.098,58 Km, serta membangun 40 unit jembatan.

Tugas membangun OKI dari desa bukan saja tanggung jawab kabupaten namun kerjasama antar sektor lembaga terkait serta partisipasi masyarakat, sebab membangun desa terkait dengan pertanian, ekonomi, geografis, energi, pelayanan pendidikan, kesehatan, lingkungan dan kehidupan sosial budaya.

Setiap desa memiliki karateristik dan ciri khas sendiri serta memiliki kearifan lokal sebagai bentuk identitas diri desa tersebut.

Pembangunan ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesenjangan ekonomi, ketimpangan pembangunan dan ketidakmerataan. Tentu ini merupakan tugas pokok yang harus dikejar dan dilakukan langkah strategi dari pemerintah kabupaten bekerjasama dengan kecamatan hingga tingkat pedesaan.

Tidak berhenti sekedar pada konsep-konsep pada program pembangunan namun ada bukti nyata yang harus dilakukan serta dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa pengecualian.

Pembangunan dari desa ini dapat mengatasi kemiskinan, kesenjangan, ketimpangan dan ketertinggalan atau keterbelakangan. Artinya, mulai dari sudut pandang pembangunan infrastruktur hingga pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Berkualitas secara pendidikan, kesehatan dan moralitas. Pembangunan desa ini sekaligus mengurangi angka kriminalitas di perkotaan. Hal ini sangat diperlukan peran aktif bagi para generasi muda.

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir sudah berhasil mengentaskan wilayah-wilayah yang selama ini belum tersentuh listrik kini sudah diterangi listrik. Seperti di Kecamatan Air Sugihan. Alhamdulillah, melalui dana APBD dan bantuan APBN masyarakat pada kecamatan tersebut kini bisa menikmati jaringan listrik PLN.

Serta yang tak kalah pentingnya pemerintah kabupaten Ogan Komering Ilir bekerja sama dengan PT OKI Pulp and Paper melalui program CSR bisa membangun sebuah jembatan yang dinanti masyrakat Air Sugihan penghubung antara kecamatan kabupaten OKI dengan kecamatan Muara Padang kabupaten Banyuasin.