Detak-Palembang.com PALEMBANG – Setelah rapat yang dilakukan antara Pemerintah Kota Palembang dan sejumlah pedagang kaki lima Jalan Sentot Ali Basyah atau lorong Basah kemarin, hari ini Pemkot yang dipimpin Skretaris Daerah Kota Palembang bersama PD. Pasar Palembang Jaya melakukan rapat mediasi terkait pembangunan Awning di Lorong Basah bersama Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang.

Rapat yang dimulai pukul 10.00 wib Kamis (04/05) hingga Sore hari diawali dengan membentuk komite bersama dengan Sekda Sebagai Ketua Komite yang beranggotan Unsur Pemerintah Kota Palembang, PD. Pasar, Serikat Pedagang dan Pedagang serta Komisi II DPRD Kota Palembang.

Menurut Ketua Serikat Pedagang Kaki 5 (SPK 5), Darwis, rapat bersama komisi II DPRD Kota Palembang Kamis (04/05) menghasilkan keputusan

  1. Untuk retribusi ditetapkan Rp 5.000/ hari.
  2. Uang awning, blower, listrik, keramik / batu / alam cone block (lantai) Rp. 6.000/hari.
  3. Waktu berdagang dimulai dari pukul 12.00 wib.
  4. Aturan lapak seperti biasa 3 baris, hanya dimandatkan kepada pedagang agar merapikan dan menata agar lebih rapi.
  5. Pembangunan dilakukan setelah disosialisasikan oleh komite kepada anggota pedagang di lokasi.

“Soal harga diputuskan dibayarkan setiap hari 11.000 perhari, termasuk retribusi dan dan lain-lain. Tidak ada bayaran diluar kesepakatan tersebut, retribusi oleh pedagang,” ujar Darwis melalui pesan singkat.

Pembangunan Awning lanjutnya, dibangun pada malam hari agar tidak mengganggu aktifitas pedagang pada siang hari. Hal ini penting karena pedagang hanya mencari nafkah sebagai PKL.

“Kita menolak untuk dibuatkan kios, dan diputuskan lokasi tetap dalam bentuk semula, hanya ditambahkan cone blok /keramik / batu alam di lantai. Kegiatan dilakukan seperti biasa dan pedagang diberikan kuasa untuk mengatur/menata diri sendiri,” jelas Darwis.

Sebelumnya diselah skorsing rapat Ketua Komisi II Chandra Darmawan, rapat mediasi ini mencari solusi yang terbaik untuk pemerintah kota dan pedagang. Pembangunan harus tetap berlanjut akan tetapi tak boleh memberatkan kan para PKL.

“Kita baru menyelesaikan kesepakatan membentuk komite yang diketuai Sekda dan mendengarkan paparan pemkota dan keinginan pedagang. Untuk biaya sewa kita berharap jangan sampai memberatkan para pedagan,” ujarnya ditengah skorsing rapat.