Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pelaksanaan pemilihan Walikota serta Wakil Walikota  Palembang tinggal hitungan hari, Pengawasan Pilkada tidak mungkin hanya dilakukan Panwaslu saja dengan personil terbatas. Untuk itu Panwaslu Kota Palembang mengajak peranan serta pelajar serta Mahasiswa dalam melakukan pengawasan. Untuk   itu Panwaslu mensosialisasikan pengawasan partisipatif masyarakat.

Hal demikian diungkapkan Ketua Panwaslu Kota Palembang M Taufik, dalam pelatihan pengawasan partisipatif pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Palembang,  Sabtu (02/06) dihadapan ratusan Mahasiswa sekota Palembang di Hotel Horizon.

“Kita melaksanakan acara ini untuk memberikan wawasan terkait dengan aturan Pilkada dan Pemilu. Serta melibatkan pemilih pemula dalam mengawasi jalannya Pilkada, “katanya

Menurut Taufik tujuan pelatihan pengawasan sosialisasi partisipatif untuk  meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam lengawasan Pilkada serentak tahun  2018 ini.

“Sosialisasi ini sama seperti sebelumnya,  namun kita memberikan gambaran  kepada mahasiswa untuk dapat berperan aktif ketika terjadi pelanggaran di daerah tempat mereka tinggal bisa langsung melapor kepada kami,” jelasnya.

Panwaslu berharap, kepada seluruh peserta yang hadir pada kesempatan ini untuk dapat memberikan informasi kepada orang terdekat dan masyarakat atas apa yang telah dipaparkan dalam acara sosialisasi  pengawasan partisipatif. Karena, dalam pelaksanaan Pilkada dan Pemilu terdapat beberapa rambu-rambu pada pelaksanaannya. Hal ini juga untuk menciptakan pilkada yang berintegritas.

“Kami berharap apa yang mereka dapat dari sosialisasi ini,  bisa memberikan pencerahan aturan dalam pelaksanaan pilkada. Jika ada masyarakat atau Calon yang jelas jelas melanggar undang pemilu dapat segera dilaporkan,” ujar Alumnus Muhammadiyah Palembang ini.

Sementara itu salah satu peserta dari Mahasiswa PGRI Prodi Olahraga,  memberikan apresiasi apa yang telah diadakan oleh Panwaslu Kota Palembang. Baginya ini menambah wawasan tentang aturan pelkada dan Pemilu secara keseluruhan.

“Kami Baru tahu jika ada pelanggaran hukum ketika ada tim calon yang memberikan uang kepada masyarakat  hal ini menjadi perhatian bagi kami (mahasiswa) untuk berpartisipasi dalam pengawas pada pilkada juni mendatang, “singkatnya