Detak-Palembang.com PALEMBANG – Jelang tahap Kampanye,  pada pilkada serentak pada juni 2018 mendatang, Panwaslu Kota Palembang deklarasikan tolak dan lawan politik uang dan politisasi SARA  dalam Pilkada Serantak baik Pilgub Sumsel maupun Pilwako Palembang.

Deklarasi dilakukan, bersama Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD)  Kota Palembang, Kapoleres,  Dandim 0418, Unsur Pemerintah Kota, Pol PP,  Tim pemenangan Paslon dan   perwakilan Partai Politik pendukung pasangan calon bertempat di Cafe area 51 Selasa (14/02)

Deklarasi yang dilakukan dalam suasana jauh dari kesan formal ditutup dengan penanda tanganan dan cap 5 jari seluruh peserta sebagai bukti dukungan terhadap ajakan. Tanda tangan dan cap 5 jari  di Banner diawali oleh Kapolresta Palembang Kombespol Wahyu Bintono,  SIK Dh MH,  Ketua Panwaslu M Taufik,  Komisioner KPU Palembang Syarifudin dan Abdul Karim Nasution, kemidian dilanjutkan seluruh peserta.

Ketua Panwaslu Kota Palembang MTaufik , SE, dalam deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi sara sebagai upaya mewujudkan konsep pemilu yang damai hingga tercipta nya pilkada damai dan kondusif hingga tercipta Palembang zero konflik.

‘’Deklarasi ini suatu konsep Bawaslu,  dengan mengajak mari  mewujudkan melakukan tolak dan lawan politik uang, serta bantuan dalam bentuk apapun yang dilakukan oleh tim tim pemenangan,”Demikian diungkapkan Ketua Panwaslu Kota Palembang M Taufik dalam kata sambutan.

Kepala Dinas Kesbangpol Kota Palembang, Arthur febeiansyah, mengungkapkan,  Palembang juga salah daerah yang mengelar pilkada.

“Palembang sebagai barometer,  diharapkan tercipta pilkada yang kondusif damai,  selain pilkada Palembang juga menjadi tuan rumah peralatan even olahraga raga Asian Games,”inginya

Sementara itu Kapolresta Palembang Kombespol Wahyu Bintono SIK MH dalam sambutannya,  kami selaku pemangku keamanan wilayah kota Palembang. Berkeinginan seluruh stakeholder bisa bersinergi dalam menjaga pilkada damai.

“Mari kita  jaga marwah pilkada yang damai,  tidak saya mengingatkan hati hati Black campaign,  hati hati penggunaan isu sara,  yang dapat memecah belah persaudaraan dan persatuan, “ujarnya

Dikatakannya,  Sumsel sendiri dikenal zero konflik,  mari kita jaga kondisi yang sudah kondusif tidak berubah setelah pilkada aman 100 persen.

Selanjutnya seluruh perwakilan Tim perwakilan pemkot Palembang serta Kapolresta Palembang,  ikuti pembacaan petikan deklarasi yang di baca secara bersama-sama yakni:

1. Mengawal pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil wali kota, dari praktik poltik uang dan SARA karena merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat.

2. Tidak menggunakan politik uang dan SARA sebagai sarana meraih simpati pemilih karena menciderai integritas dan kedaulatan rakyat.

3. Mengajak pemilih untuk menentukan pilihannya secara cerdas berdasarkan program kerja dan bukan karena politik uang dan SARA.

4. Mendukung pengawasan dan penanganan pelanggaran terhadap politik uang dan politisasi sara yang dilakukan oleh Pengawas Pemilu.

5 Tidak akan melakukan intimidasi ujaran kebencian kekerasan atau aktivitas dalam bentuk apapun yang dapat mengangu proses penanganan pelanggaran politik uang dan sara.