Detak-Palembang.com PALEMBANG – Jelang bergulirnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI, 18-26 November, KONI Sumsel terus mematangkan persiapannya. 

KONI menggelar rapat bersama Ketua Kontingen Kabupaten/Kota, di Kantor KONI Sumsel, Rabu (15/11). Dalam rapat yang dipimpin langsung Wakil Ketua I KONI Sumsel Dhennie Zainal yang juga ketua pelaksana porprov, Wakil Ketua II Bidang Pembinaan Syamsurramel, dan Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran Koni sumsel Meirizal.

Dalam rapat, Syamsurramel mengungkapkan, jika selama bergulirnya Porprov, bakal digelar tiga kali evaluasi.

“jadi nanti, ada rapat evaluasi tanggal 20, 22 dan 24 November dengan ketua kontingen. Semua permasalahan akan disampaikan disini juga, dan akan segera diperbaiki secepatnya,” ujarnya.

Kendati ada rapat evaluasi, pihaknya tetap meminta semua bentuk protes saat pertandingan dapat diselesaikan di lapangan.

Tapi, jika memang tak dapat terselesaikan maka akan disampaikan pada dewan hakim. Tapi, ketua koni kabupaten/kota harus mengetahui hal itu.

Masih kata Ramel, Porprov tahun ini bertujuan pembinaan. Hal itu harus dijunjung tinggi, atlet yang turun harus masuk regulasi kelahiran 1 Januari 1996 dan benar-benar atlet Sumsel.

Itu karena, mereka yang mendapatkan medali emas, perak dan perunggu, bakal ikut dalam serangkaian tes untuk kemudian masuk dalam barisan atlet yang dibina KONI Sumsel menyongsong PON Papua 2020.

“Sekarang ada 58 atlet yang kita bina, diharapkan bertambah dari Porprov,” katanya.

Dalam rapat ini, Ketua Pelaksana Porprov Dhennie Zainal juga menyampaikan pada ketua kontingen, jika dalam pembukaan porprov nanti, kontingen kabupaten/kota harus menyiapkan baju adat.

Dalam barisan kontingen nanti, panpel pun mempersilahkan kabupaten/kota untuk berkreasi. Pembukaan porprov sudah final akan digelar di venue atletik jakabaring sport city.

“Undangan telah kita siapkan untuk bupati/walikota, ketua DPRD kabupaten/kota, ketua koni dan ketua kontingen,” ucapnya.