Detak-Palembang.com JAKARTA – Maret 2018 mendatang, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memasuki masa pensiun. Sebagai gantinya, posisi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan digantikan Marsekal Hadi Tjahjanto dari TNI Angkatan Udara (AU) yang menjadi calon tunggal. Dan ini menjadi tradisi rotasi Panglima TNI per angkatan yang akhirnya kembali berlanjut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengajukan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto dipromosikan sebagai calon tunggal Panglima TNI untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo.

“Saya meyakini beliau memiliki kemampuan dan kepemimpinan yang kuat dan bisa membawa TNI ke arah yang lebih profesional sesuai jati dirinya, yaitu sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional,” ujar Jokowi di Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (4/12).

Pencalonan Hadi Tjahjanto diamini Wakil Ketua DPR Fadli Zon setelah menerima kunjungan Mensesneg Pratikno di Kompleks Parlemen Senayan kemarin. “Ya (calon tunggal). Hanya satu nama yang disampaikan,” kata politikus Partai Gerindra itu seusai pertemuan, kemarin.

Penunjukan panglima TNI dari TNI AU bakal mengembalikan tradisi penggiliran yang sempat terputus, kala Jokowi menunjuk Jenderal Gatot Nurmantyo menggantikan Jenderal Moeldoko yang sama-sama berasal dari TNI AD pada Juli 2015 lalu. Merujuk tradisi yang dijalankan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, mestinya kala itu Moeldoko digantikan jenderal dari TNI AU karena ia sebelumnya menggantikan Laksamana Agus Suhartono dari TNI Angkatan Laut (AL).

Rekam Jejak Hadi Tjahjanto

Marsekal Hadi Tjahjanto lahir di Malang, Jawa Timur, pada 8 November 1963. Hadi tercatat sebagai perwira tinggi lulusan Akademi Angkatan Udara pada 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU pada 1987. Ia kemudian mampu meraih dua kali promosi jabatan dalam waktu tiga tahun dan mencapai tiga bintang lebih cepat meninggalkan para seniornya.

Hadi Tjahjanto sempat menjabat sebagai komandan Pangkalan Udara (danlanud) Adi Sumarmo, Boyolali, pada 2010-2011. Seusai menjabat sebagai danlanud Adi Sumarmo, Hadi Tjahjanto kemudian menjabat sebagai direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional pada 2011-2013 dan mendapatkan bintang pertamanya.

Setelah itu, ia kemudian ditunjuk menjadi kepala Dinas Penerangan TNI AU pada 2013-2015. Ia lalu menjabat sebagai danlanud Abdurahman Saleh, Malang, dan tak lama kemudian ditunjuk sebagai sekretaris militer Presiden Jokowi. Pada Oktober 2016, Hadi kembali mendapatkan promosi menjadi inspektur jenderal (irjen) Kementerian Pertahanan dan naik pangkat menjadi marsekal madya dengan bintang tiga dan akhirnya dilantik sebagai KSAU, pada 18 Januari 2017.

Hadi Tjahjanto bukan orang asing bagi Joko Widodo. Saat Hadi Tjahjanto menjabat sebagai danlanud Adi Sumarmo pada 2010-2011, ia kerap berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Solo yang kala itu dipimpin oleh Joko Widodo.