Detak-Palembang.com BANDA ACEH – Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman menerima paparan dari  Asintel dan asops Kasdam IM  tentang Rencana Tindakan Kontijensi Kodam IM TA. 2018, yang berlangsung di ruang Yudha Makodam IM, Senin (27/3).

Dalam paparannya Asintel dan Asops menyampaikan rencana tindakan kontinjensi adalah proses mempersiapkan organisasi dalam rangka upaya mengantisipasi peristiwa yang tidak direncanakan.

Asops menambahkan, secara umum konsep operasi secara garis besar  tentang Operasi Keamanan, Operasi penanggulangan bencana alam gempa, banjir, dan bencana yang digolongkan skala besar. Operasi Bantuan kepada Polri dalam rangka penanggulangan konflik antar agama, dan golongan, Operasi Pam Presiden RI, Wapres RI, dan Tamu Negara setingkat Kepala Negara/Pemerintahan beserta Keluarganya, terorisme dan obyek vital nasional.

Sementara itu menanggapi rencana kontijensi TA. 2018 tersebut, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman mengatakan kontinjensi dapat terjadi pada waktu yang tidak kita bayangkan, namu dapat diantisipasi dan dipresiksi dari data-data yang terjadi dan berkembang. Tetapi kita sebagai pasukan terlebih dahulu harus siap dalam ancaman apapun guna mengatasi masalah yang tiba-tiba terjadi.

“Yang terpenting adalah bagaimana menyikapi kontijensi itu agar pasukan kita siap dikerahkan,” tegas Pangdam.

“Untuk meminimalisir dari dampak perkembangan situasi dengan keterbatasan yang ada, obatnya adalah kesiapan pasukan dan satuan,” ujarnya.

Hadir dalam paparan antara lain, Kasdam IM, Irdam, Para Pa Ahli, Para Asisten, Kabalak, LO AL, LO AU, Wadan Rindam serta para  Komandan Satuan Jajaran Kodam Iskandar Muda.