Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto, S.Sos., kembali melakukan kunjungan kerja di wilayah Korem 042/Gapu (Garuda Putih) Provinsi Jambi. 

Kunjungan kali ini lebih difokuskan untuk meninjau dan mengecek secara langsung perkembangan pembangunan di lokasi pemukiman warga Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di wilayah Desa Lubuk Jering Kecamatan Air Hitam, tepatnya di Kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas Kab. Sarolangun, Provinsi Jambi.

Kehadiran Pangdam II/Swj untuk kesekian kalinya ke wilayah ini pada Jum”at (8/6/2018) dengan menggunakan Helikopter TNI AD yang didampingi oleh Bupati Sarolangun Drs. H. Cek Endra.

Setiba di lokasi kegiatan, rombongan diterima oleh para pejabat Forkompinda, Pejabat SKPD Kabupaten Sarolangun dan pejabat terkait serta disambut hangat oleh masyarakat setempat beserta Warga SAD termasuk para Tumenggung (Ketua Suku Anak Dalam).

Dalam sambutannya, Bupati Sarolangun Drs. H. Cek Hendra menyampaikan terima kasih kepada seluruh prajurit yang sudah bekerja keras dan tinggal untuk membangun pemukiman warga SAD.”Kami atas nama pemerintah daerah mohon maaf apabila dalam bekerja disini masih ada kekurangan. Yakinlah, kami sangat mendukung program ini semua”, kata Cek Endra.

“Semoga program ini dapat kita selesaikan, dan terhadap fasilitas-fasilitas dan sarana-sarananya dapat segera terbangun”, imbuhnya.

Sementara itu, Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto, S. Sos., mengungkapkan rasa bangganya kepada seluruh warga SAD atas sambutan dan dukungan yang diberikan agar wilayah SAD menjadi salah satu desa yang maju dan menjadi perkampungan percontohan bagi provinsi lain.

“Dimana sekarang warga SAD  sudah ada yg menjadi prajurit, juga sudah ada yang jadi Polisi. Diharapkan mereka inilah yang akan memberi tahu dan masukan kepada warga SAD dan keluarganya, sehingga lama-lama warga SAD akan menjadi masyarakat yang maju”, ujar Pangdam.

Saat diwawancarai oleh awak media, Pangdam mengatakan bahwa, pembangunan untuk pemukiman SAD secara umum sudah mencapai 30%, ada juga bagian yang sudah mencapai 100%.

“Disini lagi dibangun rumah untuk Pos Terpadu untuk Babinsa, Babinkamtibmas dan Kepala Desa yang digunakan untuk mereka transit untuk mengawasi dan mengendalikan warga SAD”, kata Pangdam.

Pangdam juga menyampaikan, kawasan ini tidak semata-mata untuk membangun kesejahteraan maupun pendidikan, tetapi dapat dijadikan tempat wisata yang dapat memberikan keuntungan kepada pemerintah daerah.

“Saya berharap pembangunan pemukiman SAD ini, 3 bulan sudah jadi”, kata Pangdam.

Ketika ditanya terkait sikap TNI untuk menjaga Netralitas pada Pilkada 2018, Pangdam II/menegaskan bahwa, sampai detik ini, saya belum mendengar salah satu prajurit Kodam II/Swj yang tidak Netral.

“Kalau ada prajurit yang melakukan hal yang mendukung ke salah satu paslon, maka sangsinya sangat berat. Tidak hanya kepada yang bersangkutan, kepada pimpinannya juga”, tandas Mayjen AM. Putranto.

“Saya yakin sekali dan tidak usah dikawatirkan, siapapun yang terbaik dia akan terpilih”, ujarnya.

“Tidak lupa saya ucapkan kepada seluruh prajurit yang telah bekerja dengan ikhlas dalam membangun pemukiman warga SAD ini”, ucap Pangdam.

Sebagai wujud tali asih Kodam II/Swj dan atas ketulusannya dalam memberikan perhatian kepada Warga SAD selama ini, Pangdam II/Swj yang disebut oleh warga setempat sebagai “Rajo Tentro” memberikan bingkisan berupa sembako kepada anak-anak dan warga SAD.

Mengakhiri lawatannya Pangdam II/didampingi Bupati Sarolangun melakukan penaburan ribuan bibit ikan nila di kolam yang sudah disediakan, selanjutnya melakukan peninjuan terhadap lokasi pembangunan Kawasan Terpadu SAD.