Detak-Palembang.com PALEMBANG – Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, salah satu yang berjasa mengantarkan kemerdekaan bangsa Indonesia adalah hasil perjuangan dari organisasi-organisasi islam disamping juga ada kerajaan-kerajaan maupun masyarakat yang ada di Indonesia pada saat itu.

“Semua berperan disitu, organisasi kemasyarakatan Islam maupun organisasi-organisasi dan kekuatan-kekuatan rakyat semuanya. Berarti banyak orang berjuang disitu, tidak satu golongan saja tapi berbagai macam golongan dan kelompok untuk kita merdeka”, ungkap Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum., Selasa (30/10/2018) pada acara Silaturahmi FKPD Provinsi dan Kab/Kota dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Ormas Islam serta FKUB se-Sumsel, dengan Tema “Revitalisasi Ormas Islam Dalam Menjaga Keutuhan NKRI “, yang diselenggarakan di Griya Agung, Demang Lebar Daun, Palembang.

Pangdam juga menyampaikan, bahwa dalam menjaga keutuhan NKRI sangat diperlukan peran aktif Ormas Islam yang ada di Indonesia pada saat ini, sehingga diharapkan mampu untuk kembali menumbuhkan semangat patriotisme, kecintaan tanah air dan bangsa, memiliki rasa nasionalisme yg tinggi serta berwawasan kebangsaan.

“Boleh Ormas, tapi jangan memikirkan kelompoknya, jangan memikirkan golongannya, jangan memikirkan diri sendiri, tidak boleh ini. Itu ide pendirinya dulu begitu. Kalau kita sudah terkotak-kotak, itu yang akan membahayakan”, tegas Pangdam.

“Dulu kita berjuang bersama-sama dalam rangka merdeka. Sekarang mengisi kemerdekaan juga harus tetap sama-sama. Semangatnya tetap semangat Nasionalismenya yang dipertahankan. Kalau sudah berpikir kelompok, akan terjadilah pecah belah diantara kita”, ujarnya.

Menyikapi tantangan dan ancaman keutuhan NKRI dan permasalahan bangsa, Pangdam menghimbau untuk meningkatkan lagi pemahaman tentang Kebhinnekaan untuk keutuhan NKRI yang diilhami Sumpah Pemuda 1928 yakni, satu Nusa, satu Bangsa dan satu Bahasa serta Bhinneka Tunggal Ika yang disosialisasikan kepada masyarakat.

Adanya Karakter negatif dalam keseharian masyarakat indonesia yang sering terjadi akhir-akhir ini yang dulunya terkenal sopan santun, gotong royong, musyawarah, toleransi dan saling menolong, sekarang sudah mulai luntur serta akibat yang ditimbulkannya. Pangdam juga mengajak untuk kembali kepada kolidor Pancasila dan UUD 1945.

“Marilah kita belajar hidup berdemokrasi yang lebih sehat, bertanggung jawab dan bermartabat, yang tidak terlepas dari nilai-nilai Pancasila serta memahami jati diri selaku anak bangsa. NKRI Harga Mati”, tandasnya.