Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pasca terhentinya laga di cabor Sepakbola Porprov Sumsel PS Palembang versus Lahat menimbulkan persoalan baru. Pasalnya tim PALI mempertanyakan keabsahan laganya pertama kontra Lahat.

Alhasil melalui Ketua Kontingen PALI Hendrik Alim mengatakan, akan meminta panpel Porprov menyelengarakan pertandingan ulang. Sebab saat menghadapi Lahat kemarin mereka bertanding dengan pemain yang tidak lulus verifikasi.

“Biar adil setidaknya lakukan tanding ulang.Kami layak menuturkan opsi itu kepada panpel. Karena pada laga sore ini kesebelasan Lahat terbukti memainkan pemain yang tidak sah sehingga pertandingan Lahat dengan Palembang ditunda sampai besok, dalam hal ini kami dirugikan,” ujar Hedrik.

Lebih lanjut dia meminta pihak panpel pertandingan untuk bersikap adil karena dipertandingan pertama tim PALI harus kalah lantaran dipaksa bermain dengan sembilan pemain.

“Kalau mereka bisa ditunda oleh satu pemain kenapa kami sembilan pemain dipaksa bermain jelas ini tidak adil. Harusnya kami juga ditunda sepeti laga Lahat melawan Palembang sore ini. Kami siap jika harus tanding ulang,” tegas pria yang juga menjabat Ketua Harian KONI PALI.

Sementara itu Ketua Asprov PSSI Kabupaten PALI Darmawi mengatakan masih menunggu keputusan pihak panpel pertandingan. Pasalnya dalam jadwal PALI akan menghadapi PS Palembang pada Selasa, (21/11).

“Pada dasarnya kami sudah siap dengan mekanisme yang diberikan tapi kami masih menunggu pihak hasil dari protes kami,” katanya.

Terkait pemain yang terganjal regulasi, Darmawi melanjutkan pihaknya akan memanggil sisa pemain PALI yang sebelumnya ikut seleksi untuk dibawa ke Palembang.

“Kami akan panggil pemain putra daerah kami hasil seleksi sebelumnya. Awalnya kami punya 28 pemain karena satu tim hanya dijatah 20 pemain maka 8 pemain yang putra daerah tidak kami bawak,” pungkasnya.

Sementara itu berita sebelumnya duel big match antara PS Palembang versus Lahat tertunda pada cabang olahraga (Cabor) sepakbola Proprov Sumsel XI di lapangan Atletik Senin,(20/11).

Nah loh kenapa? Lantaran pertandingan dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.30 WIB tidak berjalan. Sampai jam pertandingan normal selesai kedua tim tidak merumput.

Alhasil pertandingan di tunda oleh bidang pertandingan dengan membuat berita acara penundaan yang akan di putuskan oleh panitia disiplin (pandis).

Kronoligis kerjadian dilapangan awalnya protes terjadi dilemparkan oleh PS Palembang terkait adanya salah satu pemain Lahat (Rizky Arya Adiatna penjaga gawang) tidak memiliki kelengkapan berupa kartu keluarga (KK). Sedangkan tim Lahat ngotot untuk tetap memainkan penjaga gawang alumi U-19 SFC tersebut.