Detak-Palembang.com PALEMBANG – Tim voli Palembang Bank SumselBabel (BSB) kembali ditumbangkan oleh Surabaya Bhayangkara Samator di laga putaran kedua seri pertama Pro Liga, yang berlangsung di Palembang Sport Conventient Centre (PSCC) Jumat (11/1/2019). Dalam laga tersebut, mereka ditumbangkan dengan skor 0-3.

Tampil di kandang sendiri, rupanya tak membuat mereka berhasil menggulung jawara musim lalu itu. Terbukti di set pertama, mereka langsung digulung dengan skor 25 – 21.

Di set kedua, mereka sempat menghalau Surabaya Bhayangkara Samator untuk mencuri angka ke-25. Namun meski sempat mengejar, mereka pun tak kuasa dan menyudahi set kedua dengan skor 25 – 23.

Hingga akhirnya di set ketiga, mereka benar-benar harus mengakui kekuatan anak asuh Ibarsyah Djanu Tjahjono dan tumbang dengan skor 25 – 22.

Menurut Pelatih SumselBabel Pascal Wilmar, kekalahan kedua oleh Surabaya Samator di gelaran Proliga 2019 ini menjadi pelajaran untuk dievaluasi. Sebabnya, beberapa kali ia melihat ada beberapa kekurangan sehingga performa mereka kurang maksimal.

“Mungkin nanti setelah ini akan ada evaluasi kembali bersama tim dan Minggu kami akan tampil dengan formasi yang beda begitu. Tadi bisa dilihat bahwa memang masih ada yang kurang perform dan kita musti ganti, yang penting kita breafing dulu,” ujarnya pasca pertandingan.

Walaupun mereka mendapat pemain anyar dari Kroasia, yakni Danijel Galic, namun setidaknya pemain tersebut membutuhkan adaptasi dengan tim. Butuh waktu beberapa hari lagi agar pemain bernomor punggung 18 tersebut bisa nyetel dengan pemain lain di dalam tim.

“Memang pemaing asing ini bagus, tapi kan tidak mungkin kita baru berlatih satu minggu langsung dapat feel, dia pasti perlu adaptasi dulu nanti juga bagus kok,” tukasnya.

Sementara itu, Pelatih Bhayangkara Samator Ibarsyah Djanu Tjahjono mengaku bersyukur bisa mendapatkan kemenangan di laga Kota Palembang ini. Ia hanya berpesan pada anak asuhnya, agar jangan sampai mengulang kesalahan yang sama saat mereka ditumbangkan oleh Jakarta Pertamina Energi di putaran pertama lalu.

“Tadi kami sebelum berangkat hanya simpel menyampaikan ke pemain, jangan sampai diulangi lagi seperti waktu di Bandung, pertama dan terakhir waktu kita kalah lawan Pertamina. Jadi semua akan kita bangkitkan secara mental dan tentu tekniknya juga,” pungkasnya.