Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kursus Komputer dan Bahasa Inggris bagi kaum marjinal merupakan barang mahal. Namun demikian bagi Ricky Purba dan kawan-kawan, tanggungjawab moral mencerdaskan anak bangsa menghadapi era globalisasi tentu tak bisa dihindari.

Ditemui di kediaman tokoh Masyarakat Musi Banyuasin H. Ardhani Awan (Ujang Awam). Dua inisiator program ini menjelaskan ke Detak-Palembang.com, adalah Yayasan Sriwijaya Cerdas Mandiri sebuah lembaga nirlaba yang digawangi oleh Aktivis ’98 seperti Ricky Purba, H. Hairad Sudarso, Ade Indra Chaniago, M. Iqbal Marshal dan Ahmad Sazali alias Jak yang menginisiasi sebuah lembaga kursus untuk masyarakat marjinal dengan berbayar sampah.

“Lembaga ini dibuat sebagai bentuk tanggung jawab moral & sosial Aktivis ’98 terhadap masyarakat kurang mampu. Untuk jangka panjang, lembaga ini tidak hanya fokus pada pendidikan saja tetapi juga mencakup semua aspek kehidupan masyarakat marjinal. Hal ini sesuai dengan tagline daripada Yayasan Sriwijaya Cerdas Mandiri yakni Creating opportunity to the poor,” jelas Ricky didampingi Hairod, Sabtu (25/03).

Untuk tahun ini lanjut Ricky, sebagai langkah awal maka akan dibuka Kursus Bahasa Inggris dan komputer berbayar sampah.

“Program ini diharapkan bisa memberi peluang bagi anak-anak  dari keluarga tidak mampu untuk bisa menguasai bahasa inggris dan komputer dengan cukup membayar sampah atas biaya kursus mereka. Disisi lain dengan pola pembayaran sampah diharapkan kondisi lingkungan Kota Palembang menjadi lebih bersih tentunya,” jelanya.

Hairad Sudarso menambahkan, sejauh ini sebagai permulaan tempat kursus disediakan oleh seorang filantropis tokoh Masyarakat Musi Banyuasin H. Ardhani Awan (Ujang Awam).

“Kita bersyukur memiliki tokoh seperti sosok Pak Ujang Awam.  Beliau tidak hanya secara ikhlas mengijinkan Yayasan Sriwijaya Cerdas Mandiri tuk memanfaatkan Gedung 4 lantai yang terletak di Jalan Kapten A. Rivai No. 167, 178 dan 169 Palembang untuk start awal kursus berbayar sampah ini tetapi juga bersedia menjadi dewan penyantun dari kegiatan sosial ini,” jelas Hairad Sudarso yang juga ketua Yayasan pengelola Politeknik Sekayu.

Momentum hari pendidikan 2 Mei 2017 lanjut Hairad,  akan menjadi momen bagi kita semua untuk mengingat kembali bahwa pendidikan adalah hak dan harus dinikmati oleh semua anak bangsa.

“Momen ini juga akan menjadi tonggak sejarah bagi  Yayasan Sriwijaya Cerdas Mandiri dalam memberikan kesempatan bagi masyarakat marjinal dengan membuka kursus bahasa inggris & komputer berbayar sampah,” jelas Hairod.

Hairadpun mengajak semua kalangan masyarakat siapapun untuk berperan dalam program ini demi untuk memajukan pendidikan anak bangsa.

“Yayasan  Sriwijaya Cerdas Mandiri memiliki strategi dalam menyukseskan program ini dengan merangkul para  filantropis baik yang ada di Palembang maupun di luar dengan harapan dapat mensupport kegiatan ini,” ujar Hairad mengakhiri pembicaraan.