Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Agar pelaksanaan pemilu 2019 berjalan lancar Polda Sumsel telah menyiapkan 7.000 orang personilnya untuk pengaman. Namun dari 7.000 orang personil tersebut baru ⅓ kekuatan yang dikerahkan pada tahapan masa kampanye.

Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno mengatakan kekuatan penuh personilnya akan dikerahkan pada hari ‘H’ pelaksanaan pemilu.

Untuk pengamanan TPS, ia menyiapkan 1 orang personil untuk 2 TPS atau 3 TPS dijaga 2 personil, tetapi bila TPS tersebut dianggap rawan maka setiap TPS ada 1 personil yang berjaga.

“Sumsel dari hasil penelitian termasuk daerah yang rawan pada pemilu 2019 nanti. Untuk kabupaten/kota kita belum bisa menyampaikan mana paling rawan karena belum diidentifikasi,” jelasnya usai menghadiri Deklarasi Pemilu Bermartabat di Hotel Horison Ultima, Kamis (25/10).

Untuk mengantisipasi terjadinya konflik pada masa tahapan kampanye, maka ⅓ kekuatan akan mengamankan setiap ada kampanye dan meminta setiap ada kegiatan kampanye  mereka harus melapor kepada pihaknya untuk menyiapkan pengaman.

“Pengalaman pengamanan pada saat pilkada 2018 kemarin menjadi pengalaman untuk pemilu 2019. Sinergitas antara kita dengan TNI, Penyelenggara Pemilu, Pemerintah Daerah dan dengan parpol akan menyukseskan pemilu tahun 2019 yang akan datang,” ujarnya.

Agar tidak terjadi ujaran kebencian dan hoax di media sosial, ia mengatakan telah menyiapkan satgas patroli siber. Untuk mengantisipasi konflik SARA pihaknya sudah bertemu  tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, dan mahasiswa untuk menyamakan persepsi agar terlaksananya pemilu yang sukses, aman  dan damai.