Detak-Palembang.com PALEMBANG – Tim Olimpic Council Of Asia (OCA) berkunjung ke Provinsi Sumsel khususnya Kota Palembang. Kunjungan mereka kali ini untuk meninjau langsung persiapan perhelatan akbar Asian Games 2018. Setelah tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Minggu (5/3), mereka langsung menuju Jakabaring Sport City (JSC) sambil melewati pembangunan Light Rail Transit (LRT).

Setiba di JSC, Tim OCA pun menuju lapangan tembak (Shoting Range) kemudian lintasan dayung dan lapangan Football. Namun tidak hanya itu, mereka juga diajak berkeliling melihat kawasan olahraga yang terkompleks tersebut.

Tim OCA sangat bangga atas kerja keras dan semangat yang dilakukan Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Bahkan mereka kagum setelah melihat pembangunan di JSC yang terintegrasi di satu kawasan itu.

“Terima kasih atas persiapan untuk mensukseskan Asian Games 2018. Kami bangga dan puas persiapan Sumsel on the track ,” kata Ketua Coordination Committee OCA Mr. Takeda Tsunekazu.

Rangkaian kegiatan Tim OCA dari JSC dilanjutkan beralih ke Griya Agung dalam rangka 6th OCA Coordination comittee meeting 2017 membahas kesiapan Palembang jelang Asian Games XVIII tahun 2018. Tim OCA disambut langsung Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, dan dalam kesempatan yang sama Alex  didampingi oleh INASGOC memperlihatkan video progres pembangunan Asian Games dihadapan tim OCA.

Alex menguraikan mulai dari pembangunan infrastruktur yang meliputi Asian Games antara lain Light Rail Transit (LRT) pertama di Indonesia, pembangunan fly over, pembangunan ruas jalan tol, penambahan jembatan musi, dan yang tak kalah membuat Tim OCA berdecak kagum, Alex menegaskan hanya di Palembang yang mempunyai kawasan olahraga dalam satu kompleks, tidak terpisah-pisah serta memiliki arena akuatik terbaik di Asia, inilah mengapa Palembang menjadi kawasan wisata olahraga.

Lanjut Alex, JSC juga sedang membangun arena bowling terbaik di Asia dan akan rampung pada Desember mendatang. Persiapan Sumsel untuk menggelar Asian Games 2018 sudah cukup bagus, baik itu sarana dan prasarananya, semua venue yang disiapkan tidak terganjal masalah.

“Sejauh ini tidak ada yang terhambat. Dari 11 venue yang disiapkan semuanya akan bisa digunakan sesuai waktu,” katanya

“Saya optimis bahwa seluruh pembangunan untuk Asian Games akan siap enam bulan sebelum Asian Games 2018 dimulai,” terangnya disambut tepuk tangan Tim OCA

Dikatakan Alex, Vorcomm meeting telah berakhir dalam waktu yang relatif sangat singkat dikarenakan Tim OCA menilai sudah sangat baik kesiapan Jakabaring. Sedangakan untuk cabang olahraga (cabor) yang sebelumnya ada 11 sekarang hanya 10 cabor, dikarenakan ada penggabungan dari soft tenis dan tenis dijadikan satu, jadi 10 cabor yang akan disiapkan di Sumsel.

“Kami bukan yang terbesar, tapi kami punya kekuatan, Kami punya semangat untuk membuat Asian Games sukses,” tegasnya.

“Kalau ada perubahan besok akan dibicarakan di Jakarta, tapi kita akan fokuskan 10 cabor ini,” katanya.