Muhammad Zulkifli Yassin

Detak-Palembang.com PALEMBANG Managing Partner Kantor Hukum MZY LAW FIRM, Advokat M. Zulkifli Yassin, SH selaku kuasa hukum dari ahli waris almarhum H. Achmad Bastari, melaporkan Notaris/PPAT Eti Mulyati, SH, M.Kn dan suaminya Arief Budiman ke Kepolisian Resort Kota  (Polresta) Palembang.

Menurut Advokat M. Zulkifli Yassin, SH, permasalahan ini berawal dari perkenalan almarhum H. Achmad Bastari semasa hidupnya dengan Notaris/PPAT Eti Mulyati dan suaminya yang bernama Arief Budiman.

Pasangan suami isteri ini lanjut M. Zulkifli Yassin dengan segala bujuk rayunya menawarkan diri untuk mengurus penyelesaian sengketa tanah hak milik almarhum, yang berlokasi di Jalan Vihara, Residen Abdul Rozak dengan luas tanah 1.664m2.

“Akan tetapi seiring perjalanan waktu ternyata bidang tanah tersebut secara tanpa hak dan tanpa diketahui oleh para ahli waris telah dijualkan oleh Notaris Eti Mulyati dan Arief Budiman kepada orang lain,”jelas M Zulkifli Yassin kepada awak media, Jumat (03/11).

Disampaikan MZY Setelah Almarhum H. Achmad Bastari meninggal dunia, ahli waris mendapatkan informasi bahwa tanah tersebut akan dibangun oleh pihak lain. Alangkah terkejutnya para ahli waris mendapatkan pengakuan dari pihak yang akan membangun tersebut bahwa bidang tanah hak milik almarhum orang tua mereka telah dijual dengan mengatas namakan ahli waris H. Achmad Bastari oleh pasangan suami isteri Notaris Eti Mulyati dan Arief Budiman dengan nilai Rp. 1.500.000.000.- (satu milyar lima ratus juta rupiah).

Zulkifli Yassib selaku kuasa Hukum ahli waris H. Achmad Bastari menyampaikan jika upaya penyelesaian secara musyawarah dan kekeluargaan telah berkali-kali diupayakan oleh ahli waris melalui diirinya.

“Tetapi selalu menemui jalan buntu karena Notaris Eti Mulyati dan suaminya Arief Budiman selalu menjanjikan secara berulang-ulang kali akan menyerahkan uang hasil penjualan tanah tersebut kepada para ahli waris almarhum H. Achmad Bastari,” ujarnya.

Namun janji yang berulang-ulang tersebut tidak pernah ditepati dan dilaksanakan oleh Notaris Eti Mulyati dan Arief Budiman.

Merasa telah ditipu dan digelapkan haknya atas penjualan bidang tanah tersebut maka ahli waris almarhum H. Achmad Bastari melalui Kuasa/Penasehat Hukumnya M. Zulkifli Yassin, S.H., mengadukan masalah ini untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku ke Polresta Palembang dengan Laporan Polisi Nomor : LPB/2754/X/SPKT tertanggal 31 Oktober 2017.

“Kami terpaksa melaporkan dengan dugaan tindak pidana Penipuan dan Penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP yang diduga dilakukan oleh terlapor Notaris Eti Mulyati dan Arief Budiman,” Beber M Zulkifli Yassin.

Tidak hanya diproses secara hukum Kuasa hukum Achmad Bastari juga melaporkan dugaan pelanggaran Etika yang dilakukan Notaris Eti Mulyati.

“Sebagaimana Profesi yang disandang oleh Notaris Eti Mulyati, Advokat M.Zulkifli Yassin, SH juga akan menempuh jalur etik dengan mengadukan pelanggaran Etik tersebut ke Majelis Kehormatan Notaris Wilayah Sumatera Selatan,”ujarnya mengakhiri.

Aroef Budiman dan Eti Mulyati

Sementara itu ditempat terpisah, saat dikonfirmasidi kantornya di Jalan C. Simanjutak, Eti Mulyati membantah jika terlibat masalah ini dirinya merasa dikaitkan dengan proses jual beli ini. Padahal Eti tidak terlibat.

“Masalah ini juga tidak ada kaitannya dengan profesi saya sebagai Notaris. Ada upaya menjelekan nama saya sebagai Notaris,  hal ini sudah saya sampaikan ke Majelis Kehormatan Notaris Wilayah Sumatera Selatan, ” jelas Eti didampingi suaminya,  Jumat (03/11).

Senada,  Arief Budiman membenarkan jika istrinya tidak tau menau masalah ini. Apalagi mengaitkan dengan profesi istrinya sebagai Notaris.  

“Sebenarnya yang bertemu dengan Pak Achmad Bastari saya bersama dua teman saya,  bukan bersama istri saya. Lagi pula Bu Eti tidak pernah terlibat dalam masalah ini apalagi sebagai notaris, ”jelas Arief Budiman mengawali.

Sebetulnya lanjut Arief Budiman masalah ini sudah selesai.  Perjanjian jual beli tanah ini sudah dibatalkan.

Awalnya menurut Arief pertemuannya dengan Achmad Bastari dikenalkan oleh dua orang yang bernama Andi dan Ahmad Sabirin, selanjutanya Achmad Bastari meminta bantuan untuk mengurus Sertifikat Tanah miliknya. Diketahui sertifikat tanah milik Achmad Bastari terjadi tumpang tindih dan BPN tidak bisa mengeluarkan Nomer Induk Buku (NIB) atas sertifikat tersebut. NIB diperlukan untuk melakukakn Perjanjanjian Jual Beli (PJB).

Arief Budiman mengatakan Satu minggu sembelum Acmad Bastari meninggal, dirinya bertemu dengn Almarhum. Sertifikat ingin dikembalikan. Namun Arif masih diminta Achmad Bastari untuk memegang dan mengurus sertifikat tersebut.

Kemudian lanjut Arief ada pihak Metria yang ingin membeli tanah almarhum.  Hal ini ditanyakan kepada ahli waris apakah masih bersedia untuk dijual.  

“Ahli waris setuju untuk menjual kepada pihak Metria dengan harga yang diminta dan harga  yang saya sampaikan ke ahli waris sama yakni 1,5M kemudian dibuat PJB antara saya dan pihak Metria,” jelas Arief.

Pada saat pembayaran pihak metria ke Arief Budiman, Arief membuat kesepakatan dengan ahli waris. Namun pihak keluarga yang diwakili pak Dede tiba tiba menaikan harga jual.

“Saya sampaikan ke pihak Metria mau gak harga naik. Pihak Metria gak mau. Ramailah kita. Setelah ramai saya membuat kesepakatan pembatalan PJB dengan pihak Metria. Setelah pembatalan ini saya buat pembatalan juga dengan pihak keluarga ahli waris pak Dede di Notaris Syahroni. Berarti sudah batalkan,  kalau sudah batal kewajiban saya mengembalikan uang yang saya terimah kepada metrian,” cerita Arief.

Memang ada kewajiban Arief untuk mengembalikan uang sebesar 450juta.

“Namun ini kewajiban saya dan saya sudah sepakat dengan Metria ini sebagai utang saya ada perjanjiannya. Tidak ada hubungannya dengan Dede (ahli waris). Tiba tiba Dede mau mengakui kewajiban saya kepada Metria sebagai haknya. Ini perdata,” jelas Arief.

Sebenarnya lanjut Arief Dede juga harus mengembalikan uang kepada Arif. Sebesar 195juta,  karena menurut Arief dirinya menberikan  5 lembar cek kontan. 95juta sudah dicairkan Dede namun sisanya mereka gak mau cairkan

“Jadi sebetulnya yang mau dituntukbke saya apa. Kan sudah batal malah Ahli waris sudah melakukan PJB langsung dengan pihak Metria, “tutupnya