Detak-Palembang.com PALEMBANG – Dua sekawan yakni M Zaini Arifin (36) dan M Yusuf alias Rico (39) harus merasakan timah panas petugas kepolisian Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang. Sebab ketika ditangkap di kediamannya, Jalan Palembang-Betung, Km12, Kecamatan Sukarami Palembang. Keduanya melawan dan berupaya untuk kabur.

Mereka ditangkap, karena melakukan aksi perampokan dengan modus mengaku sebagai anggota polisi narkoba Polda Sumsel bersama oknum polisi Briptu Anton Tambunan (35) yang berdinas di Polres Empatlawang yang menggerebek rumah Rika Yustini (43) warga Lorong Cempaka, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang.

Kawanan pelaku berpura-pura menggeledah rumah korban dan ketika itulah mengambil dompet yang berada didalam lemari yang berisikan uang tunai sebesar Rp7,8 juta, uang anak korban sebesar Rp450 ribu dan empat unit ponsel hingga korban mengalami kerugian mencapai Rp16 juta. Selanjutnya melaporke Polresta Palembang.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidum Iptu Azwan mengatakan, usai menerima laporan korban pihaknya melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku. “Hasil pengembangan dari tersangka pertama, kita dapat dua pelaku lainnya. Mereka dihadiahi timah panas, karena melawan saat ditangkap,” katanya.

Selain tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti dua pucuk senjata airsoft gun jenis revolver, kartu pengenal penyidik kepolisian palsu. “Kita amankan cincin emas dan tas selempang.  Mereka berlaga seperti polisi dan menggerebek untuk mencari keuntungan pribadi,” tambah Azwan.

Sementara itu, tersangka Arifin mengaku ia hanya diajak oleh temannya yang merupakan polisi. Ketika melancarkan aksinya, mereka dipersenjatai senjata airsoftgun yang didapat dari anggota polisi.

“Saat penggerebekan kami diajak oleh rekan kami oknum polisi itu Pak. Pistol untuk menggerebek itu juga dikasih oleh teman kami yang polisi.” katanya

Dirinya menjelaskan, saat melakukan penggerebekan mereka mengerebek orang yang sedang menggunakan narkoba. “Kami membawa empat orang yang sedang pesta sabu. Kami tidak tahu Pak, uang damainya berapa, karena semuanya diurus teman kami yang polisi itu, peran kami hanya menbantu penggerebekan setelah itu kami tidak tahu lagi,” jelasnya.