Detak-Palembang.com PALEMBANG- Sriwijaya FC menjadi salah satu klub yang memiliki prestasi mumpuni, hampir semua predikat juara pernah disabet tim kebanggan masyarakat Sumsel ini.

Berkarir 13 tahun dikasta tertinggi sepakbola tanah air. Siapa sangka jika klub yang pernah meraih gelar double winner ini harus terpuruk dan jatuh di dasar jurang degradasi.

Bagaimana tidak pada awal musim kompetisi Liga 1 2018, grup yang pernah di arsiteki Rahmad Darmawan ini menjadi klub yang mencuri perhatian publik salah satunya mereka sukses menjadi jawara Piala Gubernur Kaltim 2018 dan juga berhasil merebut juara ketiga di Piala Presiden 2018.

Namun Euforia itu tak berlangsung lama, setelah 8 pemain didepak dari Sriwijaya FC disusul dengan mundurnya Rahmad Darmawan pada putaran pertama lalu, dari situlah Nestapa itu terlahir.

Sriwijaya FC merosot ke posisi papan bawah hingga terseok seok mencoba terlepas dari degradasi, namun asa untuk keluar dari degradasi ternyatas kandas setelah Arema FC berhasil membuat Sriwijaya FC terpaksa mengalah dengan hasil finish di posisi 17.

Bak Sudah jatuh tertimpa tangga, setelah dinyatakan degradasi, Sriwijaya FC harus kehilangan beberapa pemain pilarnya yakni Manucher Jalilov dan Zulfiandi, kemudian disusul dengan Alan Henrique yang akan memberikan perfoma terakhirnya melawan Persimura, Jum’at (14/12/2018) besok.

Sementara itu nama Alberto Goncalves, Esteban Viscara dan juga Marckho Sandy Maraudje di gadang gadang akan meninggalkan laskar wong kito, sebab beberapa klub besar seperti Persija Jakarta dan Madura United bersedia meminang ketiganya.

Namun diakui Beto saat ini dirinya belum memutuskan bagaimana kelanjutan nasibnya bersama Sriwijaya FC, dirinya mengungkapkan akan berkomunikasi dengan Dirut PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Mudai Madang mengenai nasibnya kedepan.

“Kontrak saya berakhir pada Maret nanti, tapi semua itu tergantung kepada keputusan manajemen, rencananya sore ini (Kamis, 13/12/2018 red)  saya mau bertemu dengan pak Mudai Madang untuk membicarakan kelanjutan kontrak saya di Sriwijaya FC,”ujarnya

Sementara itu hal yang sama dikatakan Marckho Sand Maraudje, mantan kapten PON Papua ini belum memutuskan terkait kontraknya di Sriwijaya FC. Bahkan sampai saat ini ketidak kehadiran Marckho di Palembang menjadi tanda tanya besar bagi publik, apakah Marckho akan tetap bertahan atau memilih hengkang dari Sriwijaya FC

“Saya pulang kekampung halaman saya dulu untu liburan, mengenai tawaran untuk main tergantung dengan manajemen apakah masih ingin saya atau tidak,” pungkasnya.