Detak-palembang.com PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dinilai belum bekerja secara maksimal untuk rakyat. Pembangunan utamanya jalan dan jembatan belum menjadi prioritas.  Padahal Jalan dan jembatan merupakan urat nadi perekonomian. Baik buruknya jalan sangat berpengaruh terhadap biaya arus barang dan distribusi. 

Demikian ungkap Syarial Oesman ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sumsel, Sabtu (09/02/) saat rapat koordinasi wilayah (Rakorwil) dan silaturahim DPW Sumsel, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) serta anggota DPRD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten kota se-Sumsel Hotel Peninsula,  jalan  Residen Abdul Rozak.

Rakorwil partai Nasdem digelar untuk memaksimalkan kerja mesin partai dalam memenangkan pasangan HD-MY sebagai gubernur dan Wakil Gubernur dalam pilkada serantak 27 Juni mendatang.

“Perintah kita jelas tegak lurus menangkan pasangan HD-MY tanpa tawar menawar. Rakorwil ini selain evaluasi juga merumuskan strategi kedepan selama masa kampanye. Program program pro rakyat tentunya akan kita kampanyekan, “ tegas Mantan Gubernur  Sumsel ini.

Sementara itu Herman Deru  meminta semua pendukungnya solid dan merapatkan barisan menjelang Pilkada Sumsel 2018. Pasangan yang didukung Partai Nasdem,  PAN dan Hanura ini mengangkat beberapa  isu yang mengeritisi kepemimpinan saat ini. Mulai pemberdayaan perekonomian rakyat,  pendidikan gratis yang dinilai tinggal slogan, hingga infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat Sumsel.

Deru juga menyatakan akan mensinergikan parpol pengusung dan relawan pendukung untu bahu membahu memenangkan menuju Sumsel 1.

Mantan Bupati OKUT dua Periode H Herman Deru, juga menyatakan saat ini masyarakat membutuhkan pemberdayaan ekonomi dan pembangunan infrastruktur.

“Hal ini yang harusnya menjadi perhatian pemerintah Provinsi Sumsel ke depan,” kata Herman Deru, Sabtu (10/02)

Tentang pemberdayaan ekonomi rakyat sambung Mantan Bupati OKUT, jawaban yang paling utama dari semua itu adalah perbaikan perbaikan infrastruktur interkoneksi antar kabupaten kota menuju pusat perdagangan Palembang dan keluar Sumsel.

Selama ini menurut Herman Deru, janji sebatas janji. Sementara banyak jalan di Sumsel yang rusak. Selama 10 tahun terakhir jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi Sumsel seperti tak tersentuh pembangunan.

“Janji tinggal janji. Jalan penghubung banyak yang rusak,  berdampak juga pada pengelolaan perekonomian dalam setiap kabupaten kota,” ujarnya.

Menurut Deru,  jargon politik sekolah gratis sekarang hanya slogan.  Biar HD-MY yang akan membayar janji tersebut dengan melanjutkan program sekolah gratis.

“Ini janji kami berdua jika terpilih nanti. Siapapun yang berjanji  biar HD-MY yang membayar ,” tegasnya.