Detak-Palembang.com DONGGALA – Pasca gempa dan tsunami melanda Donggala dan Palu Sulawesi Tengah, sejumlah tahanan di rumah tahanan (rutan) Klas II B, Donggala, menuntut untuk dibebaskan karena ingin melihat kondisi keluarganya yang terkena musibah tsunami. Tuntutan tahanan yang tidak dikabulkan membuat para tahanan mengamuk dan membakar bangunan rutan, Sabtu (30/9).

Kurang lebih 100 dari 342 napi yang menghuni rutan kabur dengan maksud ingin menemui keluarganya.

“Ricuh dipicu keinginan warga binaan dibebaskan untuk bertemu dengan keluarganya. Ada 100 narapidana dan tahanan diperkirakan kabur,” ujar Kepala Rutan kelas IIB Donggala Saifuddin, Sabtu (29/9).

Para napi yang berada di dalam rutan melakukan kerusuhan dengan membakar bangunan. Kerusuhan yang terjadi mulai pukul 23.00 WIB, menghanguskan sejumlah bangunan rutan karena kurangnya jumlah mobil pemadam kebakaran mengatasi kebakaran.