Detak-Palembang.com – Pada suatu ketika, Nabi Musa As akan menemui Allah Swt di Bukit Sinai… Ada seorang yang sangat Sholeh mengetahui hal tersebut dan mendatangi Nabi Musa, dia berkata : “Wahai Nabi Allah, selama hidup ini aku telah berusaha menjadi orang yanga baik dengan Shalat, Puasa, dan kewajiban Agama lainnya dan aku banyak Bermujahadah, namun itu tak jadi masalah…Sekarang aku hanya ingin tahu apa yang Allah akan berikan kepadaku nanti…Tolong tanyakan kepadaNya”.

Nabi Musa bersedia memenuhi permintaan orang Sholeh tersebut, lalu meneruskan perjalanan menuju Bukit Sinai.

Di tengah perjalanan, Beliau berhenti karena melihat pemuda pemabuk dipinggir jalan dan tiba-tiba pemuda itu bertanya, akan kemana Nabi Musa? Ketika Nabi Musa menjawab, akan bertemu Allah di Bukit Sinai, pemabuk itu berkata :

“Ya Nabi Allah Musa, aku adalah peminum, aku tidak pernah Shalat, tidak Puasa, atau Amalan Sholeh lainnya…Tanyakan kepada Allah, apa yang dipersiapkan untukku oleh-Nya nanti?”.

Nabi Musa menyanggupi permintaan yang cukup aneh tersebut untuk menyampaikannya kepada Allah. Sekembalinya dari Sinai, Nabi Musa menyampaikan jawaban Allah untuk orang Sholeh tersebut.

Allah memberikan pahala besar, ganjaran yang hebat dan nikmat yang berlimpah. Orang Sholeh tersebut menerima berita itu dengan biasa saja dan dia mengatakan bahwa dia memang telah menduga hal tersebut. Dia merasa bahwa dia layak mendapat hal tersebut lantaran amalannya yang banyak.

Sedangkan ketika bertemu si pemabuk, Nabi Musa menyampaikan bahwa Pemuda itu akan diberikan tempat yang paling buruk dan Azab yang pedih.

Ketika mendengar ucapan Nabi Musa, pemabuk itu berdiri dan terus menari-nari dengan riang gembira.

Nabi Musa pun heran, kenapa pemabuk itu justru gembira? Padahal dia dijanjikan tempat yang paling buruk.

Nabi Musa bertanya kepada pemabuk itu, ada apa gerangan hingga segembira itu?

Dan si pemabuk itu berkata :“Aku bersyukur…Aku tidak peduli tempat mana yang telah Tuhan persiapkan untukku, aku gembira kerana Tuhan masih ingat kepadaku…Aku pendosa yang hina-dina, aku masih dikenali oleh Tuhanku! Aku tahu, tidak ada satupun Manusia yang mau kenal denganku, karena perbuatanku yang melampaui batas!”.

Namun setelah beberapa waktu, nasib keduanya pun berubah, Nabi Musa mendapat Wahyu dari Allah Swt bahwa orang yang sholeh tempatnya di Neraka dan si pemabuk berada di Surga.

Nabi Musa pun takjub dengan hal tersebut, dan Beliau bertanya kepada Allah Swt dan Allah menjawab :”Orang Sholeh itu sombong dan dengan segala Amal Sholehnya, dia tidak layak memperoleh Anugerah-Ku karena Anugerah-Ku tidak dapat dibeli dengan Amal Sholeh…Orang kedua itu membuat-Ku Ridha, karena dia gembira dengan apapun yang Aku berikan kepadanya. Kegembiraan hatinya karena Pemberian-Ku menyebabkan Aku Gembira dengannya”.

Pada Hakikatnyanya, tidak ada siapa pun yang dapat masuk Surga dengan Amal Sholehnya, melainkan dengan Rahmat Allah jua.

Dalam kehidupan Manusia pasti ada terkandung Hikmah bagi orang-orang yang mau berfikir.

Inilah yang disebutkan oleh Imam Ibnu Ataillah As-Sakandari dalam Hikamnya : “Begitu ramai orang berdosa tapi mewarisi kerendahan hati, adalah lebih baik dari Ahli Taat yang mewarisi Sifat Kesombongan dengan Ketaatannya”.

Allahumma Shalli ‘Alaa Sayyidina Muhammad Wa ‘Alaa Aali Sayyidina Muhammad.