Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pemanjat dari Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) berhasil mempertahankan status sebagai juara umum di cabang olahraga (Cabor) Panjat Tebing, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Sumatera Selatan (Sumsel) 2017, setelah mengumpulkan medali terbanyak hingga hari terakhir, Sabtu (25/11) dengan raihan 11 emas, 11 perak dan 2 perunggu.

Dikuti kontingen Kota Palembang diurutan kedua dengan 8 emas, 5 perak, 3 perunggu. Sedangkan possi ketiga ditempati Muara Enim dengan 2 perak perunggu.

Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi mengucapkan syukur atas pencapaian yang berhasil diraih atlet cabor Panjat Tebing pada kompetisi multi even dua tahunan terbesar di Provinsi Sumsel.

“Alhamdulillah. (Keberhasilan) Ini akan menjadi komitmen bagi kita, untuk memberikan perhatian lebih kepada mereka (atlet). Karena Panjat Tebing merupakan salah satu cabor unggulan Muba dan sudah sering kali mensuplai atlet untuk Provinsi Sumsel di level nasional bahkan  internasional. Salah satunya yakni M Inayah, yang saat ini tengah mengikuti pelatnas,”ungkapnya, belum lama ini.

Dia melanjutkan, pada Porprov kali ini tim Panjat Tebing Muba hanya menargetkan 10 medali emas. Meskipun di Porprov sebelumnya di Lubuklinggau mampu meraih 13 emas. Namun dia yakin, atlet Muba akan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya, demi mencapai hasil terbaik. Sebagai tolak ukur latihan yang telah dilakukan selama ini.

“Karena di dalam olahraga, untuk mencapai sebuah prestasi tidak ada rumusnya kecuali berlatih dengan tekun. Meskipun kita akui, fasilitas yang ada masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan, agar atlet lebih semangat dalam berlatih,” ujarnya.

Sementara itu, Technical Delegate (TD) Cabor Panjat Tebing Porprov XI Sumsel, Rizal Priharu Lubis (ucok) mengungkapkan, meskipun masih banyak kekurangan disana sini, baik dari segi fasilitas penunjang maupun sarana pendukung lainnya. Namun secara umum dia menilai pelaksanaan cabor Panjat Tebing sudah cukup baik.

“Semua itu tidak terlepas dari kerja keras teman-teman Pengprov, Pengkot dan Pengkab FPTI yang bahu-membahu dalam mensukseskan penyelenggara cabor Panjat Tebing. Sehingga pelaksanaan perlombaan semua kategori dapat berjalan dengan lancar, hingga hari terakhir,”tuturnya.

Dari pengamatannya sebagai TD selama Porprov berlangsung, Ucok, panggilan akrabnya, melihat adanya peningkatan kualitas atlet dari berbagai daerah, dari Porprov sebelumnya. Meskipun pada Porprov kali ini diberlakukan pembatasan usia atlet yakni U-14 dan U-21.

“Hampir semua daerah berhasil mendapatkan medali dan tidak hanya didominasi oleh kontingen tertentu seperti Porprov sebelumnya. Ini membuktikan jika kekuatan atlet panjat tebing di Sumsel, sudah mulai merata,”bebernya.

Karena itu dia berharap, setelah penyelenggaraan Porprov selesai.

Pemerintah kabupaten/kota di Sumsel tetap melanjutkan pembinaan dan memberikan perhatian kepada atlet. Agar kualitas mereka (atlet) tetap terjaga dan terus meningkat serta dapat bersaing dan berprestasi di level yang lebih tinggi seperti kejurnas.

“Sehingga kita bisa berbicara banyak pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera di Bengkulu 2019 mendatang dan dapat meloloskan banyak atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020,” harapnya.