Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kegiatan Gotong Royong yang dicanangkan Walikota Palembang sebagai program Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama gerakan sholat subuh berjamaah tetap berjalan. Bahkan program gotong royong makin banyak diminta masyarakat  karena gotong royong dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama yang berada di daerah aliran sungai.

Untuk mengefektifkan gotong royong, mengingat tingkat sendimentasi anak sungai yang mencapai 1,5 meter di sungai  Karantina Kec Sukarame yang dilanjutkan ke Sungai Buah di Kecamatan Ilir Timur II, Dinas PU-PR menggunakan Amphibi Ekscavator yang bisa berjalan di darat dan air.

Walikota Palembang melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Akhmad Bastari Yuzak menyampaikan penggunaan alat ini untuk memaksimalkan dan mempercepat normalisasi anak sungai Musi.

“Pemerintah Kota Palembang terus menormalisasi Sungai- sungai untuk mengurangi genangan dan banjir, dengan menggunakan Amphibi Excavator milik Dinas PUPR Kota Palembang,” Ujar Akhmad Bastari Yuzak,  Sabtu (14/04).

Bastari melanjutkan setelah pengerukan sungai Karantina Kec Sukarame kini dilanjutkan di Sungai Buah di Kecamatan Ilir Timur II.  Target Pemkot Palembang normalisasi kedua anak sungai Musi ini selesai dalam satu bulan. 

“Kito akan keruk sungai Buah sampai ke Muara di Pusri sekitar 2 KM, baru selesai sekitar 200 meter, ini hari ke 3 kita kerja di Sungai Buah yg diperkirakan selesai selama 1 bulan, “ lanjut Bastari.

Tebal ya  sendimentasi yang mencapai  1 – 1,5 Meter menjadi alasan utama pemerintah kota Palembang menurunkan mesin pengurus lumpur ini.

Gotong royong normalisasi anak sungai Musi ini sekaligus menunjukan jika program gotong royong yang dicanangkan Walikota Palembang Harnojoyo tetap berjalan.

“Kami terus melanjutkan program dan Perintah Walikota Palembang,” tutupnya.