Detak-Palembang.com JAKARTA – Menghindari gugurnya praperadilan, Setya Novanto (SN) mengaku sakit setelah sidang dibuka oleh majelis hakim di sidang perdana kasus dugaan kasus korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/12). Agenda sidang tersebut adalah mendengar pembacaan dakwaan jaksa KPK.

Tak pelak Jaksa KPK dan tim pengacara SN bertarung argumen untuk meyakinkan majelis hakim agar kepentingan masing-masing dikabulkan.

Keduanya bertolak belakang keinginan, Jaksa ingin agar sidang tetap dilanjutkan dengan pembacaan dakwaan. Sementara tim pengacara ingin sidang ditunda.

Sidang tersebut dipimpin hakim Yanto yang kini menjabat Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat didampingi empat anggota majelis hakim lain adalah Franky Tambuwun, Emilia Djaja Subagja, Anwar dan Anshori Saifuddin.

Secara hukum, sidang di Pengadilan Tipikor bisa menggugurkan praperadilan.

Tim pengacara Novanto ingin praperadilan tidak gugur dengan harapan putusan nantinya kembali menang seperti gugatan praperadilan sebelumnya.

Ketika itu, ada dua pendapat soal gugurnya praperadilan. Pertama, praperadilan gugur setelah sidang perdana dibuka majelis hakim, meskipun dakwaan belum dibacakan.

Kedua, praperadilan baru gugur setelah dakwaan dibacakan.