Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sejak diselenggarakan Asian Games pertama kali di kota Delhi, India, 4-11 Maret 1951 yang diikuti 491 atlet dari 11 Komite Olimpiade Nasional (NOC) yakni Afghanistan, Burma, Ceylon/Srilangka, India, Indonesia, Iran, Jepang, Nepal, Filipina, Singapura, dan Thailand dan dibuka secara resmi oleh Presiden Rajendra Prasa di Stadion Nasional Dhyan Chand, kini Asian Games akan kembali digelar pada Agustus 2018 mendatang untuk kedua kalinya di Indonesia setelah tahun 1962 menjadi tuan rumah pergelaran akbar dengan mempertadingkan 13 cabang olahraga.

Kota Jakarta dan Palembang Sumatera Selatan menjadi tuan rumah pergelaran Asian Games ke-18 yang menyuguhkan 40 cabang pertandingan dengan 462 cabang olahraga.

Keputusan cabang olahraga dan nomor-nomor Asian Games 2018 diambil dalam 36th OCA General Assembly, di Ashgabat, Turkmenistan, 20 September 2017. Menurut Sekretaris Jenderal INASGOC, Eris Herryanto, penetapan itu sebagai lanjutan dari rapat koordinasi Komite ketujuh di Hotel Mulia, Senayan, pada 18 Agustus lalu.

Dari setiap even Asian Games, INASGOC atau Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee telah memutuskan logo dan maskot Asian Games 2018

Logo dan Maskot

Jiwa dari “Energy of Asia” terbentang pada keberagaman budaya, bahasa dan peninggalan sejarah. Saat semua elemen ini bersatu, ini akan menjadi kekuatan utama yang diperhitungkan dunia.

Hal ini juga terdapat pada nilai yang dipegang teguh Indonesia, rumah bagi ratusan etnis dengan begitu banyak bahasa yang berbeda. Para Bapak Pendiri kita telah membayangkan sebuah bangsa yang kuat dan bersatu di bawah filosofi Bhinneka Tunggal Ika.

Dengan nilai keberagaman dan kesatuan itulah kami memperkenalkan 3 maskot dengan energi berbeda, merepresentasikan energi yang terdapat pada Asian Games.

BHIN BHIN

Bhin Bhin adalah seekor burung Cendrawasih (Paradisaea Apoda) yang merepresentasikan strategi. Bhin Bhin mengenakan rompi dengan motif Asmat dari Papua.

ATUNG

Atung adalah seekor rusa Bawean (Hyelaphus Kuhlii) yang merepresentasikan kecepatan. Atung mengenakan sarung dengan motif tumpal dari Jakarta.

KAKA

Kaka adalah seekor badak bercula satu (Rhinoceros Sondaicus) yang merepresentasikan kekuatan. Kaka mengenakan pakaian tradisional dengan motif bunga khas Palembang.