Detak-Palembang.comDalam satu bab di buku tersebut di bahas mengenai “Adab  Kepada Orangtua. Dimana dikatakan bahwa “Sungguh durhaka seorang anak yang mendoakan kedua orangtuanya hanya 5 kali dalam satu hari.”

Saya bingung, kenapa kita udah do’ain orangtua sehari 5 kali, kok masih di bilang Anak Durhaka?

Saya coba balik lagi ke masjid tempat saya membeli buku tersebut, saya tanyakan kepada pengurus kajian di masjid itu, di mana saya bisa menemui Syaikh yang kemarin memberi kajian di masjid ini.

Dan setelah saya dapatkan nomor ponselnya, saya hubungi dan kami janjian untuk bertemu di sebuah masjid yang kebetulan beliau sedang mengisi kajian juga.

Selesai kajian, saya bertemu dengan beliau, dan saya bertanya, kenapa kok seorang anak yang sudah mendo’akan kedua orangtuanya 5 kali sehari, masih di katakan anak yang durhaka?

Syaikh itu kemudian meminta kepada saya untuk membacakan do’a yang biasa untuk kedua orangtua. Dan saya bacakan do’a yang biasa saya baca setelah shalat.

“Rabbighfirli waliwaali dayya” stop kata si Syaikh. Ulangi lagi.

“Rabbighfirli waliwaali dayya” stop, ulangi lagi.

“Rabbighfirli waliwaali dayya” stop, ulangi lagi. Terus saya ulangi sampai sepuluh kali.

Kemudian si Syaikh bertanya kepada saya, “Apakah kamu capek?”

“Tidak Syaikh”.

“Apakah kamu sampai berkeringat?”

“Tidak Syaikh”.

“Apakah kamu sampai mengeluarkan uang membaca do’a seperti yang kamu baca tadi?”

“Kembali saya jawab tidak Syaikh.”

“Kamu gak perlu mengeluarkan uang, kamu gak perlu mengeluarkan keringat, kamu gak perlu mengeluarkan tenaga yang besar hanya untuk membacakan do’a ampunan kepada kedua orangtuamu. Tapi kenapa kamu hanya bisa memintakan ampunan buat orangtuamu sehari semalam cuma 5 kali?. Padahal sejak kamu masih berada dalam perut ibumu, berapa banyak keringatnya yang sudah ibumu keluarkan karena beratnya menanggung kamu yang berada di dalam perutnya.

Betapa sakitnya ibumu saat melahirkan kamu, berapa besar biaya yang sudah di keluarkan kedua orangtuamu untuk membesarkan kamu.

Dan sebagai balasannya, kamu hanya bisa mendo’akan kedua orangtua mu cuma 5 kali dalam sehari semalam? Padahal satu kali saat kamu membacakan do’a untuk kedua orangtuamu, Rabbighfirli waliwaali dayya, saat itu juga satu dosa dari orang tuamu telah dihapus oleh ALLAH.”

Dan ada sebuah kisah, dimana ada seorang orangtua yang saat dia dimakamkan penuh dengan dosa, tiba-tiba, saat orangtua tersebut sedang kesusahan di alam kuburnya, ALLAH berikan keringan dan ALLAH berikan kemuliaan. Sampai2 si ahlul kubur bingung, kenapa dia di angkat derajatnya seperti ini?

Kemudian jawab malaikat, “Ini berkat do’a anak anak mu”.

Masya Allah….

Sekarang, apakah kita masih berat untuk membacakan do’a untuk kedua orangtua kita sehari lebih dari 50 kali?