Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kejadian tidak terduga terjadi pada kedua pertandingan semifinal Piala Presiden antara Sriwijaya FC versus Bali United yakni matinya sebagian lampu penerangan pada tribun timur stadion Jakabaring Sport City, Minggu (11/02).

Matinya lampu yang menyebabkan berhentinya sejenak pertandingan, menyebabkan pertanyaan mengapa terjadi mati lampu, padahal Jakabaring Sport City (JSC) akan menjadi tempat penyelenggaraan Asian Games yang membutuhkan listrik yang besar.

Ketika kejadian itu ditanyakan kepada PT JSC yang bertanggung jawab mengelola kawasan Jakabaring diperoleh Jawaban melalui Mirza, Corporate Secretary PT JSC, bahwa berkurangnya tekanan listrik ke kawasan JSC.

“Kami masih rapatkan dengan PT PLN kenapa tekanan listrik berkurang ke JSC. Kita berpikir positif saja kejadian ini agar menjadi pembelajaran kedepannya,” ucap Mirza, usai Konferensi pers di Stadion Jakabaring, Senin (12/02).

Lanjutnya, dengan kejadian matinya lampu pihaknya bisa memperbaiki kekurangan agar pelaksanaan Asian Games tidak terjadi lagi.

“PLN memiliki program Zero Down Time artinya selama pelaksanaan Asian Games tidak terjadi pemadaman ke GSJ. Jangankan mati lampu berkedip saja tidak boleh. Kami juga akan men sertifikasi semua venue di kawasan JSC,” ungkapnya.

Ditambahkannya, venue akan disertivikasi dengan Sertivikasi Layak Operasi (SLO) agar memberikan keyakinan bahwa semua venue di JSC layak digunakan.

“Kami juga akan memsertifikasi layak operasi diseluruh Venue di JSC. Seperti memeriksa instalasi, sehingga menyakinkan dan suplainya baik. Agar menjamin tidak adanya penurunan daya lagi serta tidak ada kekhawatiran penurunan daya lagi,” tutupnya.